ALGORITMA
- Levino Rionaldy
- Nov 29
- 2 min read

Banyak yang nanya apa sih algoritma IG itu? Mengapa kita harus mengikutinya ? supaya relevan? Mana Algoritma nya ganti-ganti? Mana yang bener?
Algoritma itu sebenarnya sangat sederhana kalau dijelaskan dengan bahasa “orang hidup sehari-hari.”
Bukan istilah teknis yang ribet.
Algoritma = urutan langkah yang pasti untuk mendapatkan hasil yang pasti.
Dalam bahasa Pak Bi:
Algoritma itu “cara kerja” yang diulang-ulang sampai hasilnya konsisten. Kalau langkahnya berubah, hasilnya juga berubah.
Contoh paling mudah (sehari-hari)
1. Cara bikin teh manis
Langkahnya:
1. Panasin air
2. Masukkan teh
3. Tambah gula
4. Aduk
5. Sajikan
Kalau langkahnya dibalik → hasilnya beda.
Kalau gulanya kurang → manisnya beda.
Itu algoritma.
2. Google juga pakai algoritma
Saat Anda mengetik “bakso enak”, Google menjalankan ratusan langkah untuk:
• Memilih rekomendasi
• Menilai reputasi
• Mengurutkan
• Menampilkan hasil terbaik
Itu juga algoritma : langkah terstruktur menuju hasil tertentu.
3. Branding pun pakai algoritma
Brand itu bukan seni. Brand itu algoritma perilaku.
Contoh dalam Magnet Branding:
1. Purpose nya apa
2. Value Added
3. Reputasi
4. Meaning
5. Distribusi Makna
6. Ritual konsumen
Setiap langkah berurutan = algoritma menciptakan makna jadi brand.
Kalau langkah dilompati, brand nggak jadi.
Kalau langkah salah urut, maknanya nggak nempel.
Jadi kesimpulannya
Algoritma = pola langkah yang menghasilkan pola hasil.
Dalam digital era:
• Algoritma IG = pola yang menentukan konten mana muncul
• Algoritma TikTok = pola yang memprediksi siapa suka apa
• Algoritma YouTube = pola yang memetakan minat - lalu mendorong konten relevan
Di sosmed Algoritma dibuat oleh manusia. Pemilik apps masing masing tujuannya bisnis. Bagaimana mereka memperoleh uang dari konsumen nya
Dalam kehidupan:
• Algoritma makan : sehat atau sakit
• Algoritma kerja : sukses atau stuck
• Algoritma brand : dipercaya atau dilupakan
Subiakto, CBS



Comments