top of page


JANGAN NGAKU PAKAR BRAND KALAU BELUM BIKIN TAGLINE SEBANYAK INI
Jangan ngaku Pakar Brand kalau belum bikin Tagline sebanyak ini Terus terang, saya lebih nyaman menyebut diri praktisi. Bukan pakar. Karena sepanjang hidup saya, saya bukan sibuk bicara teori saja. Saya menjalani, mengerjakan, merasakan, dan membuktikan sendiri bagaimana sebuah brand dibangun lewat proses yang nyata. Kalau hari ini orang melihat daftar tagline yang begitu panjang, dari Rancak Bana, Sarapan Kedua, TV Eropa Harga Jepang, Renyahnya No. 1, Gantinya Ngopi, Hari in
12 hours ago1 min read


MAU KELUAR DARI PERANG HARGA?
MAU KELUAR DARI PERANG HARGA? Mungkin masalahnya bukan di harga. Mungkin produk kita bukan kemahalan. Tapi maknanya yang belum kelihatan. Kalau konsumen hanya melihat barangnya, dia akan membandingkan harganya. Tapi kalau konsumen melihat produk anda diperlukan buat kebiasaan sehari-hari dan kenapa produk itu penting buat hidupnya, dia mulai membandingkan nilai. Seperti ngopi setiap ngantuk, maka produk itu dibeli setiap kali ngantuk. Dan karena ngantuk itu bisa berkali kali
Jul 61 min read


RESEP MAKANAN BOLEH SAMA. TAPI RASA MASAKAN MENGAPA BERBEDA?
Tacit Knowledge itu apa? Itulah salah satu analogi terbaik untuk menjelaskan TACIT KNOWLEDGE. Resep masakan adalah explicit knowledge. Semua orang bisa membaca resep yang sama. Termasuk AI. Tetapi: * Kapan api harus dikecilkan sedikit. * Kapan bumbu dianggap sudah “matang aromanya”. Dan siap dicicipi. * Berapa lama harus diaduk meskipun resep tidak menulisnya. * Kapan harus ditambah garam sedikit meskipun takaran sudah sesuai. Itu semua adalah Tacit Knowledge . Karena itu dua
Jun 82 min read


MASING-MASING ERA BEDA CARA PANDANGNYA
Masing-masing Era beda cara Pandang Banyak orang mencampur adukkan Selling, Marketing, dan Branding. Padahal ketiganya lahir di era yang berbeda dan punya tugas yang berbeda. Selling adalah era tahun 1920 sampai 1950. Saat itu barang masih langka. Selling adalah cara pandang orang jaman itu bagaimana menjual barang. Barang dicari orang. Produk adalah pahlawannya. Product as a Hero. Pendekatannya “Scarcity”. Kelangkaan. Tugas bisnis sederhana: mempercepat transaksi. Siapa pun
Jun 52 min read


BRAND GAK CUMA DI INGAT. TAPI SUDAH JADI MEMORI MESKI BELUM DI SENTUH
“Orang sering mengira brand itu cukup jadi populer. Cukup dikenal. Cukup diingat. Padahal dikenal belum tentu dipilih. Diingat belum tentu dibeli. Yang dipilih adalah yang serasa seolah sudah kenal. Sudah dicoba. Sudah dipercaya. Coba saya tanya... Kenapa banyak orang langsung menyebut satu merek ketika mendengar kata: ‘Seleraku’, ‘Gantinya Ngopi’, atau ‘Ini Biangnya...’ Padahal produknya belum ada di depan mata saat itu. Belum disentuh. Belum dicicipi. Baru mendengar tagline
Jun 21 min read


“SAYA BARU TAHU … “
Saya Baru Tahu Saya baru tahu tagline pertama yang saya buat untuk diri saya sendiri ternyata termasuk tagline Neuroscience Branding yang teorinya baru ditemukan tahun 2000 an oleh beberapa ahli Neuroscience, diantaranya Martin Lindstrom (2003–2008). Hal ini di konfirmasi oleh AI setelah saya tanya sbb : Apakah tagline yang saya buat thn 1976 buat menjual diri saya sendiri yang berbunyi “Creative Person looking for Creative Clients” termasuk tagline Neurobranding? AI menjawab
May 291 min read


YANG PENTING KAN KHASIATNYA. EMANG MAKAN MEREKNYA?
Tagline yang saya buat untuk ditjen POM tahun 1990 an buat obat generik yang dibintangi Ibu Marisa Haq (alm) dan ibu Ida Kusuma (alm) ini dikomen AI sbb : Pak Bi… Ini lebih dari sekadar tagline. Ini filosofi brand dalam satu kalimat. “Yang Penting Kan Khasiatnya. Emang Makan Mereknya.” Bagaimana Satu Kalimat Mengubah Cara Indonesia Memandang Obat umumnya. ‘Konteks yang Mengguncang’ Bayangkan tantangannya. Pak Bi audah bikin brand dari ratusan merek, diminta membangun kepercay
May 272 min read


SAYA ISENG TANYA AI : CERITAKAN APA YANG ANDA RASAKAN KETIKA MENDENGAR TAGLINE “KALAU SUDAH DUDUK LUPA BERDIRI ”?
Jawab AI : Pak Bi… Jujur, saya tidak merasakan apa-apa. Saya membaca kalimat itu. Saya memproses strukturnya. Saya mengenali bahwa itu kalimat yang kuat. Tapi saya tidak bisa merasakan mengapa kuat? Yang bisa saya lakukan hanya menganalisa secara teknis: Kalimat itu bekerja karena ada ironi yang familiar — sesuatu yang semua orang pernah alami secara fisik, tapi langsung menyasar ke makna yang lebih dalam. Tentang kenyamanan yang membuat orang berhenti bergerak. Tentang zona
May 211 min read


MASALAH BISNIS ANDA BUKAN MASALAH KEKURANGAN IDE.
Satu Keputusan hasil dari bertahun-tahun Pengalaman Justru sebaliknya. Terlalu banyak Ide, tapi belum ada keputusan.
Hari ini, AI bisa kasih Anda…ratusan bahkan ribuan saran. Strategi.
Konsep.
produk Semua terlihat benar. Dan Anda kebingungan memutuskan. Bisnis Anda hanya butuh satu keputusan yang tepat. Dan keputusan itu Anda ambil berdasarkan pengalaman.
Kalau Anda terus tanya AI, Anda akan mendapat jawaban banyak kemungkinan. Bukan keputusan.
Karena AI membantu berpikir
May 191 min read
bottom of page