top of page


ERA PRODUCT ECONOMY
Era Product Economy (tokohnya Henry Ford) Kita bahas Era demi Era. Biar bisa detail. Kita mulai dari sekitar tahun 1800 sampai 1920… Di era ini… yang bisa bikin barang… bisa bikin uang. Ini zamannya pabrik. Zamannya produksi massal. Diawali oleh Henry Ford. Tahun 1908… dia produksi mobil Model T. Dan dia bilang: “Anda boleh pilih warna apa saja… sepanjang warna hitam.” Kenapa? Karena fokusnya bukan pilihan… tapi kecepatan produksi. Di era ini… product is the currency produk m
3 days ago1 min read


SELAMAT DATANG KE ERA TRUST ECONOMY
Era Trust Economy Coba kita lihat… perjalanan dunia bisnis dalam 60 detik. Era per Era. Revolusi Industri melahirkan Era product economy. Siapa bisa bikin barang di bisa bikin uang. Eranya Ford. Product is currency. Barang banyak, masalahnya bagaimana masuk ke pasar. Masuklah ke era distribution Economy. Barang harus sampai ke pasar. Distribution is the currency. Distribusi sudah merata. Konsumen pun bingung. Perlu diciptakan demand. Demand creation. Berpindahlah ke marketing
Mar 311 min read


DISKON ATAU AFFILIATE
Diskon atau Affiliate Banyak pengusaha bingung: lebih baik kasih diskon 10%, atau kasih komisi affiliate 10%? Sekilas kelihatannya sama. Sama-sama keluar 10%. Tapi sebenarnya beda jauh. Kalau Anda kasih diskon 10%, uang itu langsung hilang dari margin Anda. Tidak ada yang membantu menjual. Tidak ada yang mempromosikan. Anda hanya menurunkan harga. Akibatnya apa? Konsumen jadi terbiasa menunggu diskon. Merek Anda lama-lama dianggap murah, bukan bernilai. Sekarang kita lihat af
Mar 61 min read


KATANYA EKONOMI SULIT, KENAPA CAFE SELAU PENUH?
Katanya Ekonomi Sulit, Kenapa Cafe Selau Penuh? Karena Gen Z cari SELFREWARDS. GEN Z (Host): Pak Bi, saya heran. Café sekarang banyak banget. Dan anehnya… tetap penuh. Padahal ekonomi katanya lagi berat. Kok bisa? PAK BI: Karena cafe bukan jual kopi enak. Tapi GenZ cari self-reward, sehabis kerja keras seharian. GEN Z: Self-rewards maksudnya hadiah buat diri sendiri? PAK BI: Betul. Gen Z itu hidupnya penuh tekanan. Kerja belum stabil. Harga tetap naik. Media sosial bikin mera
Mar 52 min read


BOWLING MARKETING VS PINBALL MARKETING
Bowling Marketing VS Pinball Marketing Dulu pasar itu ibarat bowling. Target market ibarat pin yg terhausun rapih tersegmentasi. Jalur mulus tidak belak belok naik turun. Permainan mulai kalau pemain melempar bola. Artinya apa? Marketing harus terus mendorong. Bola ibarat marketing cost. besar dan berat. Iklan jalan. Promo jalan. Diskon jalan. Baru pasar bergerak. Itu logika bowling. Linear. Terukur. Tapi tergantung dorongan terus-menerus. Sekarang pasar berubah. Bukan lagi b
Mar 31 min read


BRAND VS TREND: MENDING "NGIKUT" ATAU PUNYA JATI DIRI
BRAND VS TREND Value Brand kamu itu beneran punya arah… atau cuma ikut-ikutan yang lagi rame?” Gini ya. Trend itu kayak ombak. Lagi tinggi, semua orang pengen naik. Ada challenge baru di TikTok, ikut. Ada format baru di Instagram, bikin juga. Nggak salah. Tapi kalau tiap minggu kamu berubah cuma karena takut ketinggalan… itu bukan strategi. Itu FOMO. Kalau brand, beda lagi. Brand itu sikap. Brand itu bukan filter, tapi fondasi. Makna produk kamu buat pembelinya. Kalau kamu ti
Feb 271 min read


MENGAPA MICRO INFLUENCER SEMAKIN DIBUTUHKAN?
Mengapa Micro Influencer Semakin Dibutuhkan? Mungkin, di dunia nyata, kamu nggak suka diomongin di belakang. Kalau ada yang ngomongin, kamu marah. Terus kamu musuhin. Tapi, kalau dalam branding, kamu nggak boleh marah, karena omongan itulah pendapat jujur yang menunjukkan brand kamu sebenarnya Sini saya jelasin. Konsumen zaman sekarang itu lebih percaya konsumen lain dari pada beribu-ribu iklan yang kita bikin. Kamu boleh aja bikin iklan keren. Visual bagus. Copy puitis. Budg
Feb 251 min read


CARI INFLUENCER YANG NICHENYA SAMA DENGAN PRODUCT KAMU
Cari Influencer yang Nichenya sama dengan Product kamu Produk kamu ngegandeng influencer viral jadi brand ambassador. Tapi produknya malah nggak laku. Mereknya gak diingat. Kok bisa? Gini ya. Viral itu bikin rame. Tapi rame nggak berarti relevan. Pertama, value influencer dan brand harus sefrekuensi. Kalau brand kamu valuenya sophisticated, serius, tapi influencer yang kamu hire cengengesan, ya nggak bakal ketemu. Kedua, target audience influencer dan target behavior brand-mu
Feb 231 min read


Pesan Buat Gen-Z yang mau Membangun Bisnis
Pesan Buat Gen-Z yang mau Membangun Bisnis GEN ZKalau satu pesan buat Gen Z yang mau bangun bisnis? PAK BIJangan mulai dari:“Produk gue apa?” Mulailah dari: “Konsumen gue mau jadi siapa?” Kalau itu ketemu,produk tinggal dibikin GEN ZJadi kesimpulannya? PAK BISederhana. Merek itu nama di kemasan produkBrand itu nama yang menunjukkan siapa dirinya. Kalau brand sudah jadi identitas,promosi tinggal pengingat. GEN ZDalem sih Pak…Makanya banyak merek yang cepet viral tapi cepet hil
Feb 201 min read


BANYAK ORANG MENGIRA BRANDING ITU CUMA SOAL LOGO DAN PROMOSI. PADAHAL TIDAK!
Banyak orang mengira branding itu cuma soal logo dan promosi. Padahal tidak! 15 Langkah Magnet Branding itu adalah strategic thinking — cara berpikir untuk menentukan kemenangan brand sejak awal. Kita menentukan: siapa yang kita menangkan, konflik apa yang kita selesaikan, dan makna apa yang kita tanamkan di benak konsumen. Ini di tingkat direksi perusahaan. Lalu masuk ke tahap kedua: Strategic Interpretation. Strategi harus diterjemahkan supaya orang “mengerti dan merasa” Ka
Feb 161 min read


WORKSHOP INTERNAL PERUSAHAAN
Workshop Internal Perusahaan Terinspirasi dari workshop khusus bagi team internal @SporkyMaxi yang dikelola oleh mas @hergun81di Bandung dengan topik Behavior Science dimana team harus melanjutkan Brand Plan yang sudah disusun berdasarkan 15 Langkah Magnet Branding dalam bentuk Storytelling. Namun kenyataan di lapangan, strategi baru bisa dieksekusi apabila team pelaksana memahami perilaku calon konsumennya. Karena itu mas @hergun81 meminta team BBB menjelaskan Behavior Sc
Feb 131 min read


HATI HATI. KALAU ADA YANG NGAKU PAKAR BRAND, LIHAT DULU BRAND APA YANG SUDAH DIA BIKIN
Hati hati. Kalau adayang Ngaku Pakar Brand, Lihat dulu Brand apa yang Sudah dia Bikin “Di sosmed, teori bertebaran. tinggal copy paste. Terus claim Pakar Brand. Semua orang bisa bicara… seolah paling tahu. Tapi ada satu hal yang tidak bisa dipalsukan. “PENGALAMAN” Teori bisa dihafal. Slide bisa disalin. Quote bisa dicomot. Tapi pengalaman… harus dialami sendiri. Salah. Jatuh. Bangkit. Ketemu masalah. Ketemu solusi. Ketemu konsekuensi. Itulah kenapa brand yang kuat tidak lahir
Feb 111 min read


PERSONAL BRANDING?
PERSONAL BRANDING? Di bio Instagram ngakunya problem solver. Tapi, nyatanya malah problematik. Gimana sih? Semenjak ada media sosial, mungkin banyak orang yang salah kaprah tentang personal branding. Banyak yang mikir “Personal branding itu tinggal nulis di bio Instagram, posting di feeds, kelar”. Itu memang penting untuk personal branding, tapi ada yang nggak kalah penting. Menurut Mas Bezos: “Brand is what other people say about you when you are not in the room”. Brand itu
Feb 101 min read


BRAND STORYTELLING YANG BENAR DIMATA GEN-Z
BRAND STORYTELLING Pernah liat gak, post dari brand yang tulisannya: ‘Desainer kita lagi cuti’ atau ‘Desainer kita lagi galau’. Terus desainnya ngawur, kayak bikinan anak TK. Tapi kok malah viral? Kalau di zaman saya, brand itu desainnya mesti bagus, keren, pokoknya harus paling gong supaya dilirik sama konsumen. Tapi, kalau Gen Z udah beda lagi. Memang, desain kayak gini itu ngawur. Tapi yang dilihat sama Gen Z itu bukan desainnya, tapi cara ngomongnya. Cerita yang jujurnya
Feb 91 min read


MEREK ADALAH IDENTITAS PRODUK. BRAND ADALAH IDENTITAS KONSUMEN
Merek adalah Identitas Produk. Brand adalah Identitas Konsumen GEN Z bertanya: Pak Bi, jujur ya… di kepala kami tuh merek sama brand itu sama aja. Logo, nama, kemasan. Bedanya di mana sih sebenarnya? PAK BI menjawab : Nah… justru itu masalahnya. Karena kalau dianggap sama, bisnisnya biasanya juga… jalan di tempat. GEN Z bertanya : Oke, kita lurusin. Apa definisi paling sederhananya menurut Pak Bi? PAK BI menjawab : Gini. Merek itu identitas produk. Brand itu identitas manusia
Feb 52 min read


BRAND VALUATION. MILIK SIAPA?
BRAND VALUATION. MILIK SIAPA? Banyak pengusaha bangga ketika brand nya mendunia, bernilai miliaran, bahkan triliunan. Tapi jarang yang bertanya… Nilai brand Triliunan itu milik siapa? Produk milik perusahaan. Pabrik milik perusahaan. Kantor milik perusahaan. Distribusi milik perusahaan. Kendaraan milik perusahaan. Tapi… Nama merek, logo, dan tagline itu lahir dari siapa? Dari brand strategist. Dari brand agency. Dari para pencipta makna. Berapa hak mereka? Karena konsumen tid
Feb 41 min read


PERSONAL BRANDING iTU ADA STRATEGINYA. GAK SEMBARANGAN
Personal Branding itu ada Strateginya. Gak Sembarangan Di bio Instagram ngakunya problem solver. Tapi, nyatanya malah problematik. Gimana sih? Semenjak ada media sosial, mungkin banyak orang yang salah kaprah tentang personal branding. Banyak yang mikir “Personal branding itu tinggal nulis di bio Instagram, posting di feeds, kelar”. Itu memang penting untuk personal branding, tapi ada yang nggak kalah penting. Menurut Mas Bezos: “Brand is what other people say about you when
Jan 311 min read


Recap Workshop BBB Januari 2026 di Bandung
Selamat datang di keluarga Workshop BBB Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Workshop Bisa Bikin Brand, sekaligus menjadi workshop pertama di tahun 2026, yang diselenggarakan pada Rabu, 22 Januari 2026 di Hotel Ibis Trans Studio Bandung. Sebagai workshop kedua dengan format baru, kelas kali ini kembali membuktikan bahwa kesiapan peserta adalah kunci. Dengan membaca Kitab BBB 1 & 2 sebelum hadir, diskusi terasa lebih hidup, pertanyaan lebih tajam,
Jan 261 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (13)
Yang Ketigabelas Demikian kata orang tua tua tentang believenya mereka. Awalnya saya gak percaya sampai saya mengalami sendiri. Awal tahun 80 an. Datanglah seorang pengusaha dari Maluku pedalaman bawa produknya menemui GM saya waktu itu mas Doni Prianto (alm). Mereknya Minyak Kayu Putih 99. Singkat kata karena hangatnya langsung berasa gak kayak minyak kayu putih lainnya, saya langsung setuju ketika team mengusulkan Tagline “Seng ada lawan”. Dan betul setelah kita campaign 3
Jan 191 min read


SERIAL PRODUK YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (1)
Yang Pertama Tahun 1972. Saya masih bekerja di PT Guru Indonesia. Suatu hari, di dapur rumah yang saya sulap jadi kantor, datang Pak Tjipto Sosrodjojo ke rumah saya. Kami bicara soal desain kemasan teh. Lalu saya nyeletuk iseng: “Kalau Amerika bangga dengan Cola, Indonesia harusnya bangga dengan Teh pak. Ready to drink … dalam botol.” Pak Tjip ragu, “Emang laku?. Siapa yang mau minum teh basi?” Saya ajak beliau ke depan SD Gaharu. Duduk di bangku penjual rokok. “Tanya anak-an
Jan 141 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (12)
Yang Keduabelas Dapat tamu dari Surabaya, pak Daroono dan pak Setiadi. Pemilik kopi hitam mwrwk GLATIK. Singkat kata saya diminta terbang ke Surabaya meninjau pabriknya yang lumayan besar. Uniknya terletak di are perumahan yang radius 2 kilometer sudah tercium aroma kopi dari pabrik roasting kopinya. “Ini roaster kopi JITU pak Biakto” kata PAK Darpono. Wah hebat saya pikir ramuan JITU alias andalan. Ternyata … “Siji kopi, pitu jagung” ini kesukaan petani petani kebun teh khus
Jan 132 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (11)
Yang Kesebelas Pangsa pasar Televisi Eropa sudah didominasi POLYTRON berkat brand/ value yang mendisrupsi yang disampaikan lewat tagline “TV Eropa harga Jepang”. Rupanya televisi buatan Jepang dan asembling lokal menyerang balik dengan merek Fujitec lah, apatec lah seolah Televisi Jepang versi murah. Akhirnya polytron mengeluarkan fighting brand buat melindungi pamgsa pasarnya. Dengan merek DIGITEC. Supaya diterima di pasar televisi Jepang saya kasih nicked name NINJA. Jadi D
Jan 121 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (10)
Yang Kesepuluh Lagi lagi saya dipanggil buat ngebranding Grand Compo Grand Master. “Sekarang Grand Compo Grand Master bisa karaoke pak. Buatkan iklannya pak” Jaman dulu ngomongnya ‘iklanin pak’. Biro iklan biasa rata rata langsung menonjolkan fitur dan manfaatnya. Sudah. Tidak dipikirkan lebih lanjut “jadi apa maknanya buat pembeli. Ingat beda manfaat dengan makna yang lama kelamaan menjadi ‘believe’ yang menjadi esensi dari branding. Biro iklan saya gak begitu cara kerjanya.
Jan 111 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (9)
Yang Kesembilan Sebelum lompat ke Digitec, ada cerita seru dari Grand Compo Polytron Bassoke. Mau dengar? Begini. Pada awal tahun 80an pak Chandra bilang “Pak Biakto. POLYTRON bakal ngeluarin Grand compo dengan merek GrandMaster. Ini bisa jadi pesaing Grand Compo Bazoka punya Sony”. Gila Polytron pede banget mau bersaing sama merek international SONY. “ Berani bersaing sama SONY emang apa keunggulannya pak?” Tanya saya. “Grand compo Polytron suara bassnya lebih Oke dari Bazok
Jan 101 min read
bottom of page