top of page

APA BEDANYA UVP DENGAN BRANDING?

Writer: Levino Rionaldy
Levino Rionaldy
Oct 15
1 min read

UVP (Unique Value Proposition) itu istilah Marketing. Dia menjawab: “Kenapa saya harus memilih produk ini?”


Brand menjawab: “Kenapa saya harus percaya, ingat, dan memilih nama ini terus?”



Contoh Indomie :



* Produknya: Mie Instant bermacam rasa.


* UVP-nya: bisa menikmati sensasi rasa Mie secara instant


* Brand-nya: Indomie “Hari ini kita puass” Bukan cuma menjelaskan manfaat, tetapi menanamkan posisi di kepala orang. Indomie bisa untuk sahur maupun buka. Apalagi kalau waktunya mepet.



Jadi UVP lebih dekat ke nilai yang ditawarkan produk kepada konsumen, biasanya konkret dan rasional. Brand jauh lebih luas: mencakup positioning, personality, cerita, pengalaman, simbol, memori, dan kepercayaan.



UVP membuat orang berkata: “Oh, ini berguna buat saya.”



Brand membuat orang berkata: “Kalau butuh itu, saya ingat dia.”



Karena itu UVP bisa menjadi salah satu bahan pembentuk brand, tetapi UVP bukan brand.



UVP paling dekat dengan Brand Added Value + Brand Positioning. Sedangkan Brand adalah hasil keseluruhan proses 15 langkah sampai akhirnya hidup sebagai memori di kepala konsumen.



Subiakto CBS


praktisi Branding 50 Tahun


 
 
 

Comments


CONNECT

SUBIAKTO PRIOSOEDARSONO CBS

DBrand

Send me an email

Visit our website

Follow me on Twitter

Follow us on Twitter

Book me for an event

Apply for a position

Become a client

View my Book

© 2025 by subiakto.com

bottom of page