BOWLING MARKETING VS PINBALL MARKETING
- Levino Rionaldy
- 5 hours ago
- 1 min read

Dulu pasar itu ibarat bowling. Target market ibarat pin yg terhausun rapih tersegmentasi. Jalur mulus tidak belak belok naik turun.
Permainan mulai
kalau pemain melempar bola.
Artinya apa?
Marketing harus terus mendorong. Bola ibarat marketing cost. besar dan berat. Iklan jalan. Promo jalan. Diskon jalan.
Baru pasar bergerak.
Itu logika bowling.
Linear. Terukur. Tapi tergantung dorongan terus-menerus.
Sekarang pasar berubah.
Bukan lagi bowling.
Tapi ibarat permainan pinball.
Di pinball, pemain cukup dorong bola sekali. Setelah itu permainan hidup sendiri.
Bola memantul.
Kena bumper.
Kena cahaya.
Bikin skor.
Gerakannya liar.
Cepat. Tidak linear.
Begitulah perilaku konsumen hari ini. Mental ke TikTok. Terpental ke marketplace. Lompat ke review.
Balik lagi karena diskon.
Yang bikin bola tetap memantul adalah Brand.
Marketing bisa mendorong bola.
Tapi brand menentukan
bola itu tetap memantul dan mencetak score
Dengan brand,
sekali dorong. Bikin score dan permainan jadi hidup lama.
Subiakto, CBS
Untuk melihat kontennya:



Comments