top of page

MARKETING COST VS BRAND INVESTMENT

Writer: Levino Rionaldy
Levino Rionaldy
Sep 23
1 min read
MARKETING COST VS BRAND INVESTMENT
MARKETING COST VS BRAND INVESTMENT

Saya sering bilang: Marketing is cost. Branding is investment.



Lalu ada yang bilang, “Pak Bi, kan ada juga istilah marketing investment?”



Betul. Ada.. Tapi saya mau tanya balik.



Kenapa ada ‘Brand Valuation’. tapi tidak ada Marketing Valuation yang setara?



Karena marketing itu aktivitas. Brand itu aset. Marketing bekerja untuk membuat orang datang, mencoba, lalu membeli.Tapi branding membangun sesuatu yang tinggal lebih lama: persepsi, kepercayaan, preferensi, reputasi, dan memori.



Campaign bisa selesai. Budget bisa habis. Promosi bisa berhenti.


Tapi kalau brand sudah masuk ke kepala konsumen, dia bisa terus bekerja bertahun-tahun.



Makanya brand bisa punya value.


Dan value itu bisa dihitung lewat Brand Valuation.



Contohnya :



Kopiko.



Iklan tahun 1980-an sudah selesai. Media placement-nya sudah lama berhenti. Tetapi “Gantinya ngopi” masih tinggal di kepala orang sampaisekarang.



Biaya medianya sudah habis. Memorinya belum.



Begitu pula:



LIGNA — “Kalau sudah duduk, lupa berdiri.” Relevan sampai sekarang



Sanaflu — flu boleh kerja jalan terus. Belum tau dia?



McD — “Manalagi selain di McD.”



Yang dibeli perusahaan waktu itu memang media. Tetapi yang dibangun branding adalah memory structure di kepala konsumen.



Itulah investment.



lucunya kliennya sendiri malah gak tahu hehehe



Jadi bagi saya:



Marketing menghasilkan transaksi.


Branding membangun nilai.



Itulah kenapa saya bilang:



Marketing cost. Branding investment.



Subiakto CBS


Praktisi Branding


 
 
 

Comments


CONNECT

SUBIAKTO PRIOSOEDARSONO CBS

DBrand

Send me an email

Visit our website

Follow me on Twitter

Follow us on Twitter

Book me for an event

Apply for a position

Become a client

View my Book

© 2025 by subiakto.com

bottom of page