top of page

MEREK ADALAH IDENTITAS PRODUK. BRAND ADALAH IDENTITAS KONSUMEN

  • Writer: Levino Rionaldy
    Levino Rionaldy
  • 7 days ago
  • 2 min read
Merek adalah Identitas Produk. Brand adalah Identitas Konsumen
Merek adalah Identitas Produk. Brand adalah Identitas Konsumen

GEN Z bertanya:


Pak Bi, jujur ya… di kepala kami tuh merek sama brand itu sama aja.


Logo, nama, kemasan.


Bedanya di mana sih sebenarnya?



PAK BI menjawab :


Nah… justru itu masalahnya.


Karena kalau dianggap sama, bisnisnya biasanya juga… jalan di tempat.



GEN Z bertanya :


Oke, kita lurusin. Apa definisi paling sederhananya menurut Pak Bi?



PAK BI menjawab :


Gini. Merek itu identitas produk.


Brand itu identitas manusianya yang pakai produk itu.



Merek milik perusahaan.


Brand… milik konsumen



GEN Z bertanya :


Masih agak abstrak sih Pak.


Bisa contoh yang relate ke hidup sehari-hari?



PAK BI menjawab :


Sip. Kamu pakai sepatu Nike.


Secara merek, itu yang nempel di sepatu



Tapi secara brand… itu bisa berarti:


“Gue anak Nike. gue anak lari pagi.”


“Gue anak street culture.”


“Gue anak gunung.”



Produknya sama-sama sepatu.


Identitas manusianya beda.



GEN Z bertanya:


Berarti brand lebih penting dari produk dong?



PAK BI menjawab:


Bukan lebih penting. Tapi menentukan panjang pendeknya umur bisnis.



Produk bisa ditiru.


Harga bisa dikalahkan.


Fitur bisa disamai.



Tapi kalau sudah masuk ke identitas diri, Trust, orang akan bilang:



“Ini gue banget.”



Dan manusia jarang mau mengganti identitas dirinya.



GEN Z bertanya:


Kesalahan paling sering Merek zaman sekarang apa, Pak?



PAK BI menjawab:


Terlalu sibuk bicara sama kaca.



GEN Z bertanya :


Ke kaca?



PAK BI menjawab:


Iya. Fokuss sama dirinya


“Produk kami begini…”


“Produk kami begitu…”



Padahal konsumen lagi sibuk bertanya:



“Kalau gue pakai produk ini, hidup gue berubah nggak? Berubah jadi siapa?”



Kalau pertanyaan itu gak dijawab, brand gak pernah lahir.



GEN Z bertanya:


Berarti brand itu bukan soal kelihatan keren?



PAK BI menjawab:


Bukan.



Brand itu soal dibela bila dibully.


Soal dipertahankan. Soal dirindukan saat gak dijual lagi



Kalau belum sampai ke situ,


itu baru merek, belum jadi brand yang punya makna bagi konsumennya.



Subiakto, CBS


 
 
 

Comments


CONNECT

SUBIAKTO PRIOSOEDARSONO CBS

DBrand

Send me an email

Visit our website

Follow me on Twitter

Follow us on Twitter

Book me for an event

Apply for a position

Become a client

View my Book

© 2025 by subiakto.com

bottom of page