top of page

95 results found with an empty search

  • REPUTASI BISA HILANG, TAPI LEGACY TAK TERGANTIKAN

    “Reputasi bisa hilang, tapi legacy tak tergantikan.” — Pak Bi Buat kami, event  #IndonesiaSpicingTheWorld  2025 bukan sekedar acara tahunan, tapi jadi momen reuni alumni workshop Bisa Bikin Bramd sekaligus pertemuan hangat banyak pelaku bisnis Indonesia yang sadar akan makna brand. Acara dibuka secara resmi oleh Ibu  @dwitasoewarno  sebagaiCEO D’Brand dan dipandu oleh Mbak  @fivinffitri  dibalut suasana intimate di venue artistik  @dialogue_arts . Hadir juga deretan founder dari brand-brand inspiratif seperti  @kiseraid ,  @serba_susu_lembang ,  @ mambucha.id ,  @sporkymaxi , dan banyak lagi. Setiap pertemuan dengan komunitas  #BisaBikinBrand  buat saya selalu meninggalkan kesan mendalam. Komunitas BBB bukan cuma bicara soal bisnis, tapi tentang bagaimana makna brand bisa mempertemukan, menguatkan, dan menumbuhkan. Komunitas ini telah melahirkan banyak kolaborasi nyata antar member, menjadikan branding bukan sekedar teori, tapi “cara hidup”. Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari circle luar biasa ini. Inilah circle tempat saya belajar, berbagi, dan bertumbuh. Yes, Pak Bi  @subiakto  bukan cuma legenda branding Indonesia; beliau adalah sosok yang menanamkan filosofi mendalam tentang bagaimana brand bisa menjadi warisan nilai yang menghidupkan bisnis dan manusia di baliknya. Selamat bertemu di ISTW selanjutnya! 🔥 “Reputasi bisa hilang, tapi legacy tak tergantikan.”— Pak Bi   Sumber IG Nungki Mayangwangi #ngobrolbrand   #ISTW2025   #LaunchingKitabBBB   #brand   #branding   #komunitasBBB   #BBB   #bisabikinbrand   #belajardaripakbi   #subiakto   #mayangwangi

  • BRANDING ITU MENGUBAH HABIT KONSUMEN

    BRANDING ITU MENGUBAH HABIT KONSUMEN Branding itu bukan supaya populer/terkenal/viral. Tapi mengubah habit konsumen Contohnya: Sebelum ada Kopiko kalau gak ada secangkir kopo ya nggak ngopi. Tapi setelah ada Kopiko kalau nggak ada kopi ya ambil saja ‘gantinya ngopi’ Demikian juga Indomie. Sebelum ada Indomie orang gak pilih pilih kalau mau makan mie instan. Sejak ada Indomie orang milih mie instant yang sesuai ‘Seleraku’/nya. Demikian pula dengan Extrajoss. Sebelum ada Extrajoss orang gak pilih merek minum energy drink. Sejak ada Extrajoss orang milih ‘biangnya, buat apa botolnya’ Jadi ngebranding bukan ttg positioningnya, bukan tentang kata uniknya, bukan tentang viralnya, buakan populernya tapi tentang mampu nggak ‘MENGUBAH HABIT’ konsumen. Makanya branding itu menciptakan LOOP. Topik ini saya kupas tuntas di buku BBB3 yang akan launching tgl 10 Oktober 2025 di acara Indonesia Spicing The World. Tiket bisa dibeli di lynk.id/pak bi. Cepetan beli. Tempat hanya tersedia 50 seat. Setiap peserta mendapat buku BBB3. Sampai jumpa #ISTW #bbb3 #bbb2 #kisera

  • BRAND HARUS BISA MENGUBAH BEHAVIOR KONSUMEN

    Brand Harus Bisa Mengubah Behavior Konsumen Brand itu bukan cuma nama, logo, atau slogan. Brand itu harus bisa mengubah perilaku konsumen. Kalau tidak, ya cuma jadi merek biasa.” Ini saya kupas tuntas di buku saya BBB3 yang segera bisa dibeli di lynk.id/pakbi . Lihat saja Kopiko. Dulu sebelum ada Kopiko, kalau nggak ada kopi, ya nggak ngopi. Tapi setelah ada Kopiko, kalau gak ada kopi ya ambil saja kopiko gantinya ngopi. Atau Indomie, sebelum ada Indomie ya milih Mie instant, setelah ada Indomie orang memilih ‘seleraku’. Extra Joss juga sama, berhasil ubah kebiasaan: ini biangnya, buat apa botolnya? Semua itu bukan sekadar produk, tapi brand yang masuk ke dalam ritual hidup orang.” “Brand sejati adalah kebenaran baru. Kalau brand Anda hilang, konsumen merasa kehilangan karena perilakunya berubah. Jangan puas hanya punya merek. Bangun brand yang bisa mengubah behavior konsumen.” “Brand itu makna. Bukan sekadar nama.” #BisaBikinBrand #MagnetBranding #Subiakto

  • DIUNDANG WORKSHOP BBB KE UPIYPTK PADANG

    UPIYPTK Padang. Dari Transaksi Ilmu ke Transformasi Masa Depan Mahasiswa Awalnya ada 3 personel dari UPIYPTK Padang menghadiri Workshop BBB yang kebetulan diadakan di Surabaya ; 1. Pak Ridwan calon Rektor UPIYPTK Padang. 2. Pak Reza dosen Marketing 3. Pak Azhary Agencynya, mereka mengundang team BBB bikin internal Workshop buat para dekan jurusan, dosen, pak Rektor dan asiatennya serta pengurus yayasan YPTK Padang, dengan tujuan memberi makna (value) pada Tagline yang sudah ada “Melangkah Lebih Maju” serta mengubah budget marketing yang hilang tak kembali menjadi budget branding yang sifatnya investment. Berangkatlah kami team BBB berlima ke Padang 6 hari dengan jadwal 1 hari traveling ke Padang, 2 hari workshop, 2 hari workshop internal 1 hari travel ke Jakarta. Perjalanam yang tidak sia sia karena UPIYPTK Padang menemukan value yang dicari buat Tagline yang ada “Melangkah lebih Maju” - bertransformasi menyongsong masa depan. Dan ini dijadikan thema ulang Tahun UPIYPTK padang di bulan Mei silam dan perjalanan ke Lombok memberikan bea siswa disana. Selamat “Bertansformasi buat para Mahasiswia UPIYPTK Padang Selamat

  • BRAND ADALAH KEBENARAN BARU

    KITAB BBB3 Dulu, kebenaran = FAKTA Sekarang, kebenaran = PERSEPSI yang dipercaya. Apa yang dipercaya orang, itulah yang benar. Dan di situlah brand bekerja. Kalau dipercaya, produk akan hidup dibenak konsumen. Kalau tidak, brand hanyalah produk tanpa makna. Tugas brand adalah: 1. Menanamkan makna 2. Membangun persepsi 3. Menjadi “kebenaran baru” di benak konsumen Itulah inti dari Buku BBB3: “Brand adalah Kebenaran Baru.” Dan buku ini bisa Anda peroleh GRATIS saat membeli tiket masuk Bedah Buku BBB2 di event besar: Indonesia Spicing the World 2025 di Dia-Lo-Gue, Kemang – Jakarta 10 Oktober 2025. Catat tanggalnya Tiket bisa dibeli di lynk.id/pakbi . Buruan tersedia hanya 50 tiket. Karena dalam dunia hari ini: Yang di Percaya = Benar. Yang dipercaya = Pemenang. #BisaBikinBrand #MagnetBranding #KebenaranBaru #ISTW2025

  • HAK DAN KEWAJIBAN

    KITAB BBB2 Banyak yang ingin brand-nya langsung punya ‘hak’ hidup di benak konsumen. Padahal, hak itu tidak otomatis jatuh dari langit. Sama seperti manusia, sebelum menuntut hak, seorang manusia harus menunaikan kewajibannya dulu. Ada 15 kewajiban yang harus dipenuhi, Inilah inti dari Kitab BBB2 — 15 Langkah Magnet branding Brand punya ‘hak hidup’ di benak konsumen setelah menunaikan 15 kewajiban: dari Product Insight, Target Behavior, DNA, Core Value, Added Value, hingga Experience. Tanpa menunaikan kewajiban itu, produk hanya akan berhenti sebagai barangyang tidak punya makna. Dengan menunaikan ‘ke 15 kewajibannya’ brand mendapat hak untuk dipercaya, diingat, dicintai bahkan menjadi ‘belif system. Jadi jangan buru-buru menuntut hak. Jalani dulu kewajibannya. Karena inti kitab BBB2 adalah: Hak brand lahir setelah kewajiban ditunaikan. #BisaBikinBrand #BBB2 #MagnetBranding

  • KAMI SUDAH SIAP

    Alhamdulillah setelah melewati proses penyembuhan dan pemulihan ditangan ahlinya, Pak Bi  @subiakto  bersama team  @indonesiabisabikinbrand  siap untuk menghadirkan KITAB BBB. Dok Pribadi KITAB BBB ini akan melengkapi pemahaman keseluruhan tentang MEMBANGUN BRAND agar UKM Indonesia siap membumbui dunia! Tidak hanya 1 tetapi 2 KITAB sekaligus yang akan diluncurkan! Acara akan dimulai dengan makan siang bersama, kemudian mendengarkan sharing dari Kisera – Alumni Workshop BisaBikinBrand yang telah go internasional dan dilanjutkan BEDAH KITAB oleh mas Dion dan pak Kris ditemani moderator mbak Fivi dan MC mbak Sati. Event IndonesiaSpicingTheWorld 2025 kali ini akan dibuat lebih akrab dan hangat. Segera daftarkan diri Anda di https://lynk.id/pakbi . Tempat terbatas. Terbuka untuk umum. Sampai bertemu Jumat, 10 Oktober 2025 di Dia.Lo.Gue. Kemang, Jakarta Selatan. Pendaftaran dan makan siang dibuka pk. 13.00 WIB dan acara selesai pk. 17.00 WIB. Pesan Pak Bi “Jangan ngaku anak BRAND kalau belum punya ketiga KITAB BBB” 👍 Sumber: Instagram Bu Dwita Soewarno

  • KALAU MAU BELAJAR PERSONAL BRANDING YA SAMA PRAKTISI BRANDING.

    Kalau Mau Belajar Personal Branding Ya Sama Praktisi Branding. Karena SELLING fokusnya pada TRANSAKSI dan POVnya Realita Objektif. Maksudnya begini : praktisi Selling atau Marketing memandang BRAND dari kacamata mereka, value yang dimaksud adalah value produk, story yang dimaksud adalah product story. Materinya, proses pembuatannya, manfaatnya. Praktisi Branding melihat dari sudut pandang konsumen, bukan dari sudut pandang produk dengan keunggulannya, yang dimaksud Storytelling adalah Consumer Story (pengalaman konsumen dengan produk kita). Ya jelas beda lah. Selling dan Marketing melihat apa yang diperoleh konsumen. Sementara konsumen mencari produk yang membuat mereka menjadi lebih baik (transformasi). Long story short belajar dari yang sudah berpengalaman. Insyaalah anda belajar materi wisdom : teori yang sudah dibuktikan dan melahirkan teori baru yang disebut Tacit Knowledge. Dan anda tidak perlu menunggu bertahun-tahun buat bikin brand. Meteri personal Branding bisa dibeli di lynk.id/subiaktobrand atau lynk.id/pakbi .

  • APA GUNANYA BRANDING?

    Apa Gunanya Branding?   Mungkin Anda masih suka bertanya-tanya, “Apa sih gunanya branding?” hingga saat ini.  Kalau Anda mem-follow akun-akun motivasional maupun marketing atau branding di media sosial, ada sebuah kutipan yang cukup populer meskipun tak diketahui siapa yang pertama kali mencetuskannya: Rolex sells status, not watches (Rolex menjual status, bukan jam tangan). Supreme sells scarcity, not clothing (Supreme menjual kelangkaan, bukan pakaian). Harley-Davidson sells a lifestyle, not bikes (Harley-Davidson menjual gaya hidup, bukan sepeda motor). Apple sells simplicity and style, not electronics (Apple menjual kesederhanaan dan gaya, bukan perangkat elektronik). Great marketing teams sell feelings, not products (tim marketing yang hebat menjual perasaan, bukan produk). Kalau kata Pak Bi, orang membeli sesuatu itu menggunakan feeling- nya, bukannya memakai data. Menurut beliau, Apple menjual penghormatan yang setinggi-tingginya kepada mereka yang berpikir berbeda (“think different”) untuk mengubah dunia menjadi lebih baik; sementara Nike bukan menjual sepatu, melainkan menjual penghargaan kepada prestasi atlet kelas dunia. Produk-produk Nike menemani perjuangan para atlet hingga mereka meraih gelar juara. Nah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh brand, meskipun produknya sama persis atau generik tapi bisa terlihat beda di mata konsumen. Brand harus bisa memutar otak untuk keluar dari red ocean dan masuk ke blue ocean dengan menciptakan kategori baru tanpa pesaing, sehingga bisa keluar dari perang harga.  Untuk memonopoli pasar, maka brand harus melakukan disruption untuk ke depannya bisa bertahan dalam ingatan konsumen untuk waktu yang lama, bahkan membuat mereka bisa berbagi pengalaman setelah puas menggunakan produk Anda. Kata Al Ries, branding strategist legendaris dan penulis pencetus positioning , “ Branding is simply a more efficient way to sell things (branding adalah cara menjual yang lebih efisien).”  Kutipan penting lain yang terkait dengan pentingnya branding adalah , “Making promises and keeping them is a great way to build a brand ( membuat janji lalu menepatinya adalah cara paling baik untuk membangun brand), ” oleh pengusaha dan penulis marketing Seth Godin. Walter Landor, desainer brand dan pendiri brand consulting firm Landor, mengatakan, “Products are made in the factory, but brands are created in the mind (produk dibuat di pabrik, tapi brand diciptakan di benak konsumen).” Ada juga kutipan Ries lainnya yang mengatakan, “Marketing is not selling. Marketing is building a brand in the mind of the prospect (marketing bukan selling. Marketing adalah membangun brand di benak calon konsumen).” Penulis: NadiaVH @nadiavetta

  • KITAB BBB ADALAH BAGIAN DARI PERJALANAN SHARING ILMU BRAND OLEH PAK BI @subiakto

    Menulis buku sudah direncanakan sejak lama. Akhirnya KITAB BBB 1 selesai pada tahun 2023 dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia (tab) yang memudahkan menulis dimana saja dan dibantu sahabat lama @alan_t_h sebagai editor. Alhamdulillah terlaksana melalui perjuangan panjang dan membantu Pak Bi untuk pulih serta berhasil diterima oleh Fakultas Bisnis dan Manajemen, Universitas Airlangga, Surabaya. Selanjutnya menyelesaikan KITAB 2 dan 3 dengan rencana launching pada event Indonesia Spicing The World di tanggal 28 Agustus 2025 bertempat di D'Botanica Mall @dbotanicabandung di Bandung serta full support dari teh Ina @inaardhina dan team @kiseraid Semua sudah dipersiapkan, termasuk visit mas Anwar, Alumni BBB di Solo yang membantu cetak, serta persiapan tenaga yang dipantau oleh @dr.khoirul_hadi_spkk dan istri mbak @mira_n1ta dari @behati.skinclinic di Solo minggu lalu. Namun sehubungan kondisi Pak Bi yang belum 100% pulih, bahkan harus istirahat di Rumah Sakit, dengan berat hati kami mohon maaf harus memundurkan waktu launching Kitab 2 dan 3 sampai dengan kondisi Pak Bi lebih baik. Mohon doa dari teman2 semua. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kasih sayang yang selalu dilimpahkan untuk Pak Bi 🙏 Untuk informasi lebih lanjut tentang event terutama bagi yang sudah membeli ticket, bisa hubungi @muhammadkasim80 atau @astiims Sumber: Instagram Bu Dwita Soewarno #IndonesiaSpicingTheWorld #IndonesiaBisaBikinBrand #BisaBikinBrand #Indonesia #Bandung #PakBi #Subiakto #RumahUKM #BukanAkademi #PraktisiBranding #PakarBrand #Kisera

  • REKAM JEJAK PAK BI SELAMA 50 TAHUN BERKARYA

    Diambil dari Instgram pribadi bu  @dwitasoewarno Dari Praktisi Periklanan menjadi Praktisi Branding bagi Pak Bi  @subiakto  bukan satu hal yang sulit dilakukan karena selama menjalankan pekerjaan di periklanan, beliau juga melakukan pembangunan Brand baik bagi Product, Personal, mau pun Corporate yang ditanganinya. Sekian puluh tahun berjalan menangani banyak corporate dan product branding, Pak Bi di-challenge untuk membuat Presidential Campaign pertama pilihan rakyat Indonesia tahun 2004, baik untuk personal mau pun institusi (Presiden dan Wakil Presiden). Deg2an gak? Pasti lah…Tapi bukan Pak Bi kalo tidak menjawab tantangan 💪 Bukan hanya satu kali, tapi Pak Bi juga menangani beberapa kampanye penting di Indonesia seperti PILGUB DKI Jakarta tahun 2007, PILEG 2009 dan lainnya. Termasuk salah satunya City Branding untuk Purwakarta yang mengangkat Sate Maranggi. Kenapa sate dan bukan Taman Kotanya? Alasan strategis Pak Bi, semua orang pasti cari makan. Call To Actionnya pasti tinggi. Ternyata teori Pak Bi benar 😁 Saat tahun 2012 memutuskan untuk mulai menyebarkan virus Branding di Indonesia melalui teman-teman UKM dalam rangka persiapan MEA 2015 pun Pak Bi sudah siap dengan langkah-langkah ke depannya. Termasuk membuat Workshop BISABIKINBRAND hingga menciptakan Gerakan Rebranding Indonesia bersama teman2 Alumni BBB  “Indonesia Spicing The World”  Koq bisa? Ya bisa lah 😂 Alhamdulillah setelah Pak Bi, ada banyak lagi yang mengikuti langkah Pak Bi dalam menyebarkan virus Brand. Satu hal yang selalu dikatakan Pak Bi bahwa kita tidak boleh mengkotakkan atau underestimate kemampuan kita sendiri. Istilah Pak Bi ” Jangan kotakkan saya” karena “hanya ikan mati yang mengikuti arus” Selamat berkarya, teman-teman semua @dwitasoewarno #PakBi   #Subiakto #PakarBranding #PraktisiBrand #BisaBikinBrand #IndonesiaBisaBikinBrand #IndonesiaSpicingTheWorld #Brand   #Branding #BisnisdanBrand #rumahukm

  • BIARKAN KARYA BICARA

    Biarkan Karya Bicara Selaku praktisi Branding selama perjalanan karier yg 50 tahun, saya termasuk sangat beruntung karena perjalanan profesi saya cukup runut membentuk seorang Pak Bi yg sekarang. Bayangkan di usia 19 tahun dimana saya baru lulus SMA sudah langsung ditawari kerja sebagai Art Director di sebuah Packaging Company yang modern di saat itu yang mengusung credo “Packaging is a Silence Salesman”. Sebagai Art Director yg mengawali sebuah proses produksi yg berjalan: color separation, printing, die cutting dan glueing saya digembleng oleh semua boss departement tersebut agar tidak menyulitkan proses produksi. Tanpa sadari selama 7 tahun kerja disitu membuat saya mendevelop skill ambidexterity: multi talent, multi tasking dan multi fokus yg membuat saya kelak bekerja cepat dan efisien. Sebelum masuk ke dunia marketing dan markomnya saya beruntung bertemu guru saya Pak Adnanputra jebolan Harvard yg mengajarkan ‘algoritma’ mindset dari macro envirement, micro envirement, Marketing, Marketing Communication hingga copywriting. Lalu diawal karier sebagai orang iklan saya bertemu seorang guru film production Om Liem dari Sanggar Prativi dimana saya belajar proses production sampai dengan editing. Selanjutnya saya bertemu client-client para CEO perusahaan yang paham bahwa branding adalah intangible asset yang menjadi tanggung jawabnya. Ini membuat saya menjadi seorang Brand strategist, eksekutor dan aktivator Jadi hampir semua brand-brand yang saya besarkan, saya kerjakan sendiri dengan bantuan superteam yang jumlahnya hampir 200 orang. Brand-brand besar itu saya besarkan lewat tagline dan jingle untuk deliver value produknya. Seorang leader memang harus maju duluan, mengamati tantangan, menganalisa proses selanjutnya, mendelegasikan pekerjaan ke superteam. Seorang leader harus siap terjun manakala “thing goes wrong” ditangan team. Semua pengalaman itu saya bagikan di workshop workshop saya dengan lika-liku tantangannya. Ah itu kan brand-brand lama semua pak Bi? Benar. Brand-brand baru belum bisa saya ceritakan karena ada NDA. Follow 👉🏿  @subiakto Follow 👉🏿  @subiakto Follow 👉🏿  @subiakto #brand #bisnis #nobrandnobisnis #budiismanofficial #subiakto #bisabikinbrand #dewaekaprayoga #tribespakbi

CONNECT

SUBIAKTO PRIOSOEDARSONO CBS

DBrand

Send me an email

Visit our website

Follow me on Twitter

Follow us on Twitter

Book me for an event

Apply for a position

Become a client

View my Book

© 2025 by subiakto.com

bottom of page