top of page

95 results found with an empty search

  • ERANYA SUDAH BERGESER. DAN ANDA MASIH TERPERANGKAP DI ERA LAMA. MOVE ON!!!

    Selling, Marketing dan Branding adalah disiplin ilmu yang bergeser mengikuti pergeseran era konsumen. Semuanya berubah. Generasinya, perilakunya, kebiasaannya, ritual nya, algoritma hariannya. Ini membutuhkan pendekatan jualan yang berbeda. Selling dibutuhkan ketika barang belum banyak, belum banyak saingan. Asal barangnya bagus, harganya murah sudah bisa jualan. Dan banyak dari kita yang terjebak terperangkap dalam alam pikiran era ini. Seolah kondisi siteris paribus. Diam tak bergerak. Keadaan sudah berubah. Barang dengan manfaat yang sama tersebar dimana mana. Lebih bagus dari barang kita, lebih murah dari barang kita, gara gara semua pakai ATM. konsumen pun yang dulunya harus menerima apa yang ditawarkan sekarang bebas memilih barang sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Kitapun dalam menjual barang maupun layanan juga harus berubah. Kalau dulu sibuk ‘menawarkan’ barang dipasar sekarang kita sibuk ‘mengarahkan’ persepsi dalam pikiran. Mau tahu cara mengarahkan persepsi dalam pikiran konsumen? Ikuti Workshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 di Ibis Style Hotel Simatupang Jakarta Selatan. Manfaatkan mumpung masih bisa bertemu langsung dengan pak Bi. Materi bisa diperoleh di lynk.id/pakbi Sampai jumpa

  • DISRUPSI MENGINTAI SETIAP SAAT

    Waspadalah Kesuksesan melahirkan rasa puas diri. Rasa puas diri melahirkan kegagalan. Hanya yang selalu waspada yang bisa bertahan. - Andy Grove, mantan CEO Intel, Kalau kamu sedang menang, justru itulah saatnya kamu harus paling waspada. Gangguan atau perubahan besar itu pasti akan datang. Jangan pernah terlalu nyaman dalam kesuksesan. Saat kamu merasa “aman-aman saja,” justru itulah saat paling berbahaya. Dunia terus berubah. Hanya mereka yang siap berubah yang bisa bertahan. Kalimat ini sangat relevan untuk pengusaha, brand, bahkan politikus: “Kalau kamu sekarang menang, jangan mabuk kemenangan. Karena besok bisa jadi giliran kamu digulingkan oleh perubahan yang kamu abaikan.” Serius mau belajar brand? Ikuti Workshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 di hotel Ibis Style Simatupang Jakarta Selatan. Video persiapan workahop bisa dibeli di lynk.id/pakbi WASPADALAH

  • APA ITU BRAND?

    Apa itu Brand? Semalam saya ngobrol ngobrol sama prof @indrauno . Sampailah ke pertanyaan “pak Bi Kalo saya nanya ttg brand ke emak-emak yang jualan cireng di desa cisantana, kecamatan Cigugur, Kabupatén Kuningan saya rasa mereka akan jawab “atu da teu langkung cep” (ya terserah adén aja) Jawab saya singkat “apa yang hilang ketika cireng (produk) ibu hilang dari pasar. Gurihnya kah? Empuknya kah? Pedasnya kah? Nah itu brand anda“. Lebih jelasnya begini “Value seorang ibu itu adalah apa yang anda rasakan hilang dari kehidupanmu ketika anda kehilangan ibu” Selagi hidup kehadiran seorang ibu dirasa biasa biasa saja. Baru terasa makna/value seorang ibu ketika ibu menghilang dari kehidupan anda. Apa yang hilang? Tahu petis buatannya kah? Pelukannya kah? Perhatiannya kah? Yang hilang itulah value brand kamu. Serius mau belajar brand? Ikuti Workshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 di hotel Ibis Style Simatupang Jakarta Selatan. Video persiapan workshop bisa dibeli di lynk.id/pakbi

  • BISNIS KAMU MASIH NYARI PEMBELI ATAU SUDAH DICARI PEMBELI?

    Bisnis Kamu Masih Nyari Pembeli Atau Sudah Dicari Pembeli? “Kalau kamu berhenti pasang iklan promosi 3 hari… Masih ada yang beli gak?” Kalau jualanmu baru laku saat kamu nyari pembeli, itu artinya kamu masih di level Selling. Belum punya brand, value sebagai daya tarik. Selling adalah saat kamu menawarkan atau menjajakan produk langsung atau lewat iklan ke orang yang belum tentu butuh. Makanya kamu harus ngejar-ngejar calon pembeli lewat iklan yang bikin boncos. Tapi brand yang kuat… Dicari pembeli. Bahkan dibela belain pindah toko kalau lagi sold out. Contoh? Apple, Nike, Indomie. Kopiko. Extra Joss. Kamu kejar pembeli dengan segala cara, kenapa gak bikin pembeli yang ngejar kamu. Itulah bedanya jual produk sama bangun brand. Produk bisa dijual oleh siapa aja.Tapi brand… cuma kamu yang punya maknanya. Bisnis kamu mau terus nyari pembeli? Atau mulai dibangun biar dicari pembeli. Mau belajar cara bikin brand yang dicari pembeli? Gabung di Workshop Bisa Bikin Brand – bareng Pak Bi 26–27 Mei 2025 | Botanica Mall Pasteur, Bandung ikut Workshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 di Hotel Ibis Styles, Citos, Jakarta Selatan. Materi Workshop bisa di download di   lynk.id/subiaktobrand  atau di lynk.id/pakbi . Sumber: IG Pak Subiakto Sampai jumpa dikelas #brand #branding #bisabikinbrand

  • KONSUMEN MEMBELI PRODUK ANDA KARENA KEINGINAN UNTUK JADI LEBIH BAIK. ITULAH VALUE BRAND

    Makna Brand Kalau Anda sudah bisa melihat dari mata konsumen, berarti Anda sudah siap membangun Brand. Brand itu bukan sekadar logo. Bukan pula sekadar nama. Brand adalah makna yang Anda titipkan di hati mereka. Supaya mereka merasa jadi diri yang lebih baik karena memilih Anda. Sudah siapkah Anda mengantarkan konsumen Anda menjadi ‘siapa’ yang mereka impikan?” Mau belajar menemukan value Brand kamu? Ikuti worshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 di Hotel Ibis A tyle Simatupang Jakarta Selatan. Materi persiapan Worksho bisa dibeli di lynk.id/pakbi Sampai jumpa

  • JAMAN NOW MESSAGE IS THE MEDIA

    Jaman Now Message Is The Media Dulu Message Butuh Media Di era pra-digital-pesan tidak bisa menjangkau konsumen. la harus ditumpangkan ke media besar agar bisa sampai ke audiens. Logika zaman dulu: Tanpa media, pesanmu tidak terdengar. Yang penting: akses ke media. Iklan brand butuh TV, radio, koran untuk menyebar. • Koran/ Surat kabar adalah “gatekeeper” informasi. • Makin besar media, makin kuat daya sebar pesan. SEKARANG: Message is the Media Di era digital dan media sosial semua orang adalah media. Jika pesannya kuat, mengena, dan menyentuh, ia menyebar sendiri Tweet pendek bikin geger. Video amatir jadi trending. Curhat jujur bisa bikin gerakan. HP = Kamera, mikrofon, studio, dan pemancar dalam satu alat Tapi karena semua orang bisa ‘ngonten”, bisa siaran, yang menang bukan medianya, melainkan iSI PESANNYA. "Mau tahu caranya? ikut Workshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 di Hotel Ibis Styles, Citos, Jakarta Selatan. Materi Workshop bisa di download di lynk.id/subiaktobrand atau di lynk.id/pakbi . Sumber: IG Pak Subiakto

  • KALAU MENTHOK BALIK ARAH AJA

    Kalau Menthok Balik Arah Aja Banyak yang karena belum paham dan beranggapan produknya paling bagus dan sangat dibanggakan, nekat membanggakan produknya meski omzet terus menurun. Saran saya sih berdasar pengalaman 50 tahun nangani client menthok salesnya, kalau sudah menthok balik arah aja. Turning point. Brand adalah turning point buat omzet yang menthok, karena brand membangun algorithma baru bagi pembeli. Tanya aja Polytron, Extra Joss, Indomie, Sanaflu, McD, @strudelmalang Workshop Bisa Bikin Brand mengajarkan dari nol sampai bisa bikin brand sendiri. Diajarin bagaimana kasih perintah AI supaya daetin Brand yang bener karena ketemu core valuenya. Positioning ? Ya iyalah Daftar workshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 di Hotel Ibis Styles, Citos, Jakarta Selatan. Materi persiapan workshop bisa di download di lynk.id/subiaktobrand atau lynk.id/pakbi Kini saatnya Turning Point dengan Bikin Brand Sampai jumpa Sumber: IG Pak Subiakto

  • WORKSHOP BISA BIKIN BRAND 23-24 JULI 2025 DI HOTEL IBIS CITOS JAKARTA SELATAN

    Workshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 Di Ibis Style Hotel Simatupang Jakarta Selatan. 📌 terbatas 25 peserta 📌 Mewakili berbagai industri 📌 boleh diikuti peserta yang merencanakan bangun bisnis Mengapa saya batasi 25 peserta? Karena 25 peserta adalah jumlah paling ideal yang mampu saya layani dengan pemahaman mendalam tentang Brand deengan hasil memuaskan. Workshop Mindset 15 Langkah Bisa Bikin Brand yang dijamin akan menciptakan algoritma baru buat konsumen. Workshop ini mengajarkan prompting AI yang benar. Beneran praktik prompting AI. Ini workshop ‘tacit knowledge’ berisi wisdom dari pengalaman praktek 50 tahun. Ini bukan seminar motivasi, atau materi bikin logo dan positioningnya doang. Workshop bagi mereka berusia Cocok buat para Business Owner serius yang mau keluar dari perang harga!!! Anda gak perlu menunggu 50 tahun lagi buat Bisa Bikin brand. Kalau kamu Business Owner atau Manager Marketing yang gak mau nunggu 50 tahun baru bisa bikin brand, Workshop ini tempatnya! Agenda terdekat 23-24 Juli 2025 di Hotel Ibis Styles, Citos, Jakarta Selatan. Segera amankan kursi anda karena jumlah peserta dibatasi hanya 25 orang biar bisa bertanya sepuasnya. Pertanyaan tidak dibatasi, bahkan konsultasi tipis-tipis diperbolehkan. Preview video materi Workshop bisa diakses di lynk.id/subiaktobrand atau lynk.id/pakbi Sumber: IG Pak Subiakto

  • “APA BEDANYA PRODUK BRAND, PERSONAL BRAND DAN CORPORATE BRAND?”

    Pagi pagi mata baru melek ditanya sama @aresdimahdi alumni workshop Bisa Bikin Brand pertanyaan seperti diatas. Baru saya sadar ternyata perkembangan Brand pesat sekali. Saya pikir UKM cuma tertarik sama produk Brand. Baru sadar kalau UKM butuh Personal Brand dan Corporate brand. Jangan jangan perlu juga place Brand, city Brand dan Country Brand? Hahaha Jadi mikir workshop Bisa Bikin Brand mendatang saya buka dengan penjelasan Personal Brand, dan Corporate Brand. Saya coba jelaskan disini Produk Brand, Personal Brand dan Corporate Brand. 1. Produk Brand Produk Brand = Manfaat atau Makna Produk    •   Fokus pada persepsi terhadap produk.    •   Yang dijual: rasa, kualitas, fungsi, gaya hidup.    •   Contoh: Indomie = Seleraku, bukan sekadar mi instan. Kuncinya: Produk harus relevan, enak, dan punya nilai tambah. ⸻ 2. Personal Brand Personal Brand = Persepsi tentang Diri Anda    •   Fokus pada karakter, kompetensi, dan nilai pribadi.    •   Yang dijual: trust, pengaruh, dan reputasi personal.    •   Contoh: Najwa Shihab = integritas & kecerdasan. Kuncinya: Konsisten bersikap dan berkontribusi di bidangmu. ⸻ 3. Corporate Brand Corporate Brand = Reputasi Perusahaan    •   Fokus pada prinsip, kredibilitas, dan nilai perusahaan.    •   Yang dijual: kepercayaan terhadap seluruh sistem & tim.    •   Contoh: Apple = inovasi & premium experience. Kuncinya: Semua unit, produk, dan orang harus mencerminkan nilai yang sama. Bangun brand kamu dari apa yang kamu punya hari ini. Mau mulai dari produk, diri sendiri, atau perusahaan — yang penting harus bisa dipercaya!“ Ikut workshop Bisa Bikin Brand 23-24 Juli 2025 di hotel Ibos Citos SImatupang Jakarta Selatan. Materi persiapan workshop bisa di donlot dilynk.id/subiaktobrand atau lynk.id/pakbi Sampai nanti

  • KALAU SAAT INI UMUR ANDA 42 TAHUN BERARTI PADA SAAT ANDA BISA BIKIN BRAND UMUR ANDA 92 TAHUN

    Kalau Saat Ini Umur Anda 42 Tahun Berarti Pada Saat Anda Bisa Bikin Brand Umur Anda 92 Tahun Ini hasil obrolan saya dengan salah satu peserta worshop Bisa Bikin Brand yang lalu. “Wah beruntung sekali saya ikut workshop ini ‘shortcut’ umur 50 tahun” katanya sambil jingkrak jingkrak. Bayangkan kalau anda harus mengalami apa yang saya alami selama 50 tahun. Bertemu Client, mendapat Brief (kebanyakan brief marketing), melakukan analisa berbasis ritual konsumen, ideation, menemukan tagline sebagai keyword, menulis storytelling, membuat jingle. menggambar storyboard, bikin Director Treatment, Directing, editing. Selama 50 tahun. Apa anda sanggup melakukannya ? Diworkshop Bisa Bikin Brand langkah langkah itu sudah saya rangkum dalam 10 bab dan 15 langkah. Wisdom (yg keliatannya seperti teori) selama 50 tahun pengalaman. Yang langkah langkahnya sudah diakui oleh Universitas Airlangga Surabaya dan menyediakan waktu buat menguji orangnya (buat yang berani aja). Buat yang mau materinya klik lynk.id/pakbi Sampai jumpa di kelas #brand #branding #Bisabikinbrand

  • BAGAIMANA MENGUBAH MARKETING COST MENJADI BRAND INVESTMENT?

    Bagaimana Mengubah Marketing Cost Menjadi Brand Investment? Berikut 7 cara konkret mengubah marketing cost menjadi brand investment: 1. UBAH IKLAN SEKALI TAYANG JADI KONTEN BERKELANJUTAN Marketing Cost: Iklan TV, radio, atau digital satu kali tayang. Brand Investment:    •   Potong jadi konten serial di Instagram, YouTube Shorts, TikTok.    •   Tambahkan narasi brand story, bukan sekadar promosi harga. Contoh: Bukan “Diskon 50% Hari Ini,” tapi “Kenapa kami bikin produk ini, dan siapa yang kami perjuangkan.” ⸻ 2. DOKUMENTASIKAN SEMUA AKTIVASI OFFLINE JADI KONTEN ONLINE Marketing Cost: Acara launching, bazar, roadshow. Brand Investment:    •   Rekam, edit jadi video behind the brand.    •   Gunakan jadi konten edukasi, testimoni, hingga highlight story. ⸻ 3. GANTI INFLUENCER SEKALI POST JADI BRAND AMBASSADOR JANGKA PANJANG Marketing Cost: Sekali endorse, hilang. Brand Investment:    •   Kerjasama dengan influencer yang benar-benar pakai, bukan sekadar pasang wajah.    •   Minta mereka bantu edukasi, bukan hanya promosi. ⸻ 4. BANGUN NARASI, BUKAN SEKADAR PROMO Marketing Cost: Konten viral tanpa makna. Brand Investment:    •   Gunakan storytelling, konflik, dan value yang konsisten.    •   Ulangi terus makna yang mau ditanamkan (mantra brand). ⸻ 5. UBAH DISKON JADI PROGRAM LOYALTY BERBASIS MAKNA Marketing Cost: Diskon 50% = orang beli karena murah. Brand Investment:    •   Buat program loyalitas: poin, komunitas, early access.    •   Beri hadiah yang merepresentasikan value brand. ⸻ 6. SEMUA BOOSTING IKLAN HARUS ADA FUNNELING-NYA Marketing Cost: Ads tayang tanpa arah. Brand Investment:    •   Pasang pixel, tracking tools, retargeting.    •   Bangun funnel: Iklan → Edukasi → Engagement → Testimoni → Konversi → Advocacy. ⸻ 7. BANGUN MEDIA SENDIRI (OWNED MEDIA) Marketing Cost: Bayar terus ke platform orang. Brand Investment:    •   Buat website, blog, email list, dan channel YouTube sendiri.    •   Bangun audiens yang kamu miliki sendiri, bukan sewa terus. ⸻ Rumus Penting: Marketing tanpa branding = biaya. Marketing + branding = investasi.

CONNECT

SUBIAKTO PRIOSOEDARSONO CBS

DBrand

Send me an email

Visit our website

Follow me on Twitter

Follow us on Twitter

Book me for an event

Apply for a position

Become a client

View my Book

© 2025 by subiakto.com

bottom of page