top of page

MASING-MASING ERA BEDA CARA PANDANGNYA

  • Writer: Levino Rionaldy
    Levino Rionaldy
  • 4 days ago
  • 2 min read

Updated: 16 hours ago

Masing-masing Era beda cara Pandang
Masing-masing Era beda cara Pandang

Banyak orang mencampur adukkan Selling, Marketing, dan Branding.



Padahal ketiganya lahir di era yang berbeda dan punya tugas yang berbeda.



Selling adalah era tahun 1920 sampai 1950.



Saat itu barang masih langka. Selling adalah cara pandang orang jaman itu bagaimana menjual barang. Barang dicari orang. Produk adalah pahlawannya. Product as a Hero. Pendekatannya “Scarcity”. Kelangkaan.



Tugas bisnis sederhana:


mempercepat transaksi.


Siapa pun yang lewat dianggap calon pembeli. Karena mereka butuh barang. Fokusnya bukan memilih konsumen. Fokusnya menjual barang sebanyak mungkin.



Belakangan paska revolusi industri barang banjir di pasar, selling mulai ditinggalkan. Cara pandang orang saat itu ketika barang banyak beralih ke ‘create demand’.



Lalu masuk era MARKETING.



Cara pandang jualan barang Marketing lahir di era 1950 sd 1980.



Barang mulai banyak. Pesaing bertebaran dimana-mana.



Perusahaan sadar tidak semua orang harus dibidik.



Konsumen mulai dipilah-pilah.


Lahir yang namanya Target Market.


Kalau Selling melihat orang sebagai mahluk ekonomi yang butuh barang,



Marketing melihat konsumen isi dompetnya. DAya belinya.



Marketing bertugas menciptakan demand dan mengarahkan penawaran kepada kelompok yang tepat.



Cara pandang jualan barang berubah. Create demand bukan lagi menawarkan keinginan barang, tapi …



Kemudian masuk era BRANDING. sejak tahun 1980 sampai sekarang.



Produk makin mirip.


Harga makin mirip.


Promosi makin mirip. Konsumen bingung mana yang harus dipilih.



Yang membedakan bukan lagi barangnya. Tetapi maknanya.



MAKNA produk itu but apa?



Konsumen tidak membeli kopi.


Mereka membeli SELF REWARD. Jaman menjual kopi sebagai Origin, house blend sudah lewat.



Orang membeli sepatu sebagai sepatu sudah lewat. Mereka membeli identitas. Siapa yang pakai sepatu.



Mereka tidak membeli produk.


Mereka membeli persepsi.


Karena itu...



jangan bicara Selling kalau cara pandang jualannya sudah berubah. Jangan bicara Marketing kalau cara pandang jualannya sudah beda.



Branding adalah cara orang SEKARANG memandang bagaimana menjual produk ke konsumen



Jelas kan? Jangan dioplos




Praktisi branding 50 tahun


 
 
 

Comments


CONNECT

SUBIAKTO PRIOSOEDARSONO CBS

DBrand

Send me an email

Visit our website

Follow me on Twitter

Follow us on Twitter

Book me for an event

Apply for a position

Become a client

View my Book

© 2025 by subiakto.com

bottom of page