RESEP MAKANAN BOLEH SAMA. TAPI RASA MASAKAN MENGAPA BERBEDA?
- Levino Rionaldy
- 16 hours ago
- 2 min read

Itulah salah satu analogi terbaik untuk menjelaskan TACIT KNOWLEDGE.
Resep masakan adalah explicit knowledge. Semua orang bisa membaca resep yang sama. Termasuk AI.
Tetapi:
* Kapan api harus dikecilkan sedikit.
* Kapan bumbu dianggap sudah “matang aromanya”. Dan siap dicicipi.
* Berapa lama harus diaduk meskipun resep tidak menulisnya.
* Kapan harus ditambah garam sedikit meskipun takaran sudah sesuai.
Itu semua adalah Tacit Knowledge .
Karena itu dua orang bisa memakai:
* resep yang sama,
* bahan yang sama,
* alat yang sama,
tetapi menghasilkan rasa yang berbeda.
Dalam branding juga demikian.
Banyak orang membaca buku yang sama:
* Positioning karya All Ries dan Jack Trout
* Marketing karya Philip Kotler,
* atau teori branding lainnya.
Tetapi mengapa tidak semua orang bisa menciptakan:
* “Seleraku”
* “Gantinya Ngopi”
* “Ini Biangnya, Buat Apa Botolnya”
Karena teorinya bisa dipelajari siapa saja, tetapi kemampuan menemukan insight di balik teori itulah Tacit Knowledge.
Di dunia kuliner:
Resep adalah ilmunya. Rasa adalah tacit knowledge kokinya.
Di dunia branding:
Framework adalah ilmunya. Insight adalah tacit knowledge brand strategist-nya.
Bahkan sering kali seorang chef senior atau praktisi branding senior sulit menjelaskan secara rinci mengapa ia mengambil keputusan itu.
Ketika ditanya: “Kenapa bumbunya harus ditambah sekarang?”
Jawabannya sering:
“Gak tahu ya. Saya tahu aja ini saat yang tepat.”
Bukan karena tidak bisa menjelaskan, tetapi karena pengetahuan itu sudah tersimpan sebagai patern recognition hasil ribuan jam pengalaman.
Itulah sebabnya orang membayar mahal seorang master.
Bukan untuk resepnya.
Tetapi untuk rasa yang lahir dari pengalaman puluhan tahun.
Dalam bahasa branding:
Yang mahal bukan framework-nya. Yang mahal adalah judgement yang lahir dari tacit knowledge.
Workshop Bisa Bikin Brand 24 Juni nanti bisa dibilang Workshop Tacit Knowledge 50 tahun pengalaman. Karena pak Bi sendiri yang ngajar. Gak tau sampai kapan pak Bi masih bersedia ngajar.
Daftar di lynk.id/pakbi.
Sampai jumpa




Comments