SERIAL PRODUK YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (1)
- Levino Rionaldy
- 1 day ago
- 1 min read

Tahun 1972.
Saya masih bekerja di PT Guru Indonesia.
Suatu hari, di dapur rumah yang saya sulap jadi kantor, datang Pak Tjipto Sosrodjojo ke rumah saya.
Kami bicara soal desain kemasan teh.
Lalu saya nyeletuk iseng:
“Kalau Amerika bangga dengan Cola,
Indonesia harusnya bangga dengan Teh pak. Ready to drink … dalam botol.”
Pak Tjip ragu, “Emang laku?. Siapa yang mau minum teh basi?”
Saya ajak beliau ke depan SD Gaharu.
Duduk di bangku penjual rokok. “Tanya anak-anak yang pulang bawa botol kosong. Tadi isinya apa?”
Jawabannya sama:
“Tadi isinya teh panas manis.”
Saya bilang,
“Kalau tiap hari mereka bawa botol isi teh manis, apa itu bukan market?”
“Coba mas Biakto buatin mobkup botolnya”
Mengingat kata boss saya waktu saya di rekrut “ Selain tugas kantor produksi kemasan karton, kalau kamu mau side job diluar jam kantor ya silahkan saja”
Seminggu kemudian saya kembali
Ke pak Tjip dengan mockup botol.
Singkat cerita diproduksi lah. Dan lahirlah Teh Botol pertama. Dengan tujuan masuk hotel, restoran, kafe.
Bukan karena teknologinya yang menciptakan pasar.
Tapi karena kebiasaan orang Indonesia sudah siap. Minum teh. Jadi ritual malah.
Brand besar selalu lahir
bukan dari ide keren,
tapi dari membaca ritual kecil yang diabaikan orang lain.
Subiakto, CBS

(Bersambung)



Comments