SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (12)
- Levino Rionaldy
- 2 days ago
- 2 min read

Dapat tamu dari Surabaya, pak Daroono dan pak Setiadi. Pemilik kopi hitam mwrwk GLATIK.
Singkat kata saya diminta terbang ke Surabaya meninjau pabriknya yang lumayan besar.
Uniknya terletak di are perumahan yang radius 2 kilometer sudah tercium aroma kopi dari pabrik roasting kopinya.
“Ini roaster kopi JITU pak Biakto” kata PAK Darpono. Wah hebat saya pikir ramuan JITU alias andalan. Ternyata … “Siji kopi, pitu jagung” ini kesukaan petani petani kebun teh khususnya daerah Jawa barat. “Kopinya di tubruk, sambil diminum kopinya, jagungnya di kletisin pak. Ada daerah yang sukanya jagunggya terendam bersama ampas kopinya, ada yang suka jagungnya mengambang ketika diseduh”.
“ Kenapa gak 100% kopi pak?” Tanya saya. “pasar sukanya kopi ‘jitu’ pak. Ya kita melayani permintaan pasar”
Baru ini saya ketemu klien yang produknya dibuat disesuaikan dengan selera pasar. Kopi tubruk jitu. Saya baru tau ternyata setiap desa beda selera. Setia gang beda racikan
@Ada yang jagungnya maunya kasar, ada yang jagungnya halus, ada yang tenggelam, ada yang ngambang. “Pantesan pak Darpono bilang ini roaster jitu. Rupanya ada cerita dibalik produknya.
Marketing memang berangkat dai PRODUCT. Tapi ketika berangkat dari CONSUMERS BEHAVIOR jadilah dia branding. Produknya jadi kebiasaan konsumennya.
Yang lucu lagi peredarannya di daerah petani tembakau di Madura Banyuwangi disamping petani teh di Jawa Barat. Ternyata ada satu kata yang artinya sama dalam bahasa Sunda dan bahasa Madura. Kata ‘Tahiye’ dalam bahasa Sunda dan ‘Taiye’ dalam bahas Masura Punya arti yang sama sama yaitu ‘Ini dia’. Wah unik juga nih. Sekali tepok dua lalat terkena.
Maka kerika bikin tvc untuk menyampaikan branding kopi GLATIK SP, pilihan jatuh ke grup lawak Abah Usus and the geng.
Menyanyikan Tagline “Tah iye Kopi Tubruk GLATIK” pakai iringan musik calung Sunda dengan gendang rampak Madura hehehe.
Silahkan kaomen ‘lanjutkan’ buat tagline berikutnya
Subiakto, CBS

(Bersambung)



Comments