SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (7)
- Levino Rionaldy
- 7 days ago
- 1 min read

Lagi lagi pak Beny Ligna yang kelihatannya puas sama Tagline yang saya buat, memperkenalkan saya pada pak Chandra Adisusanto yang waktu itu menjabat sebagai promotion Manager POLYTRON di usia yang sangat muda (24 tahun) tapi sudah lulus cumlaude S1nya.
Singkat kata saya diminta melakukan rebranding Polytron yang berada diurutan ke 32 dari 32 merek televisi di Indonesia, padahal sudah ditangani biro iklan asing.
Setelah berpikir satu minggu saya menemukan jawabannya.
Polytron itu TV Eropa. Dalam artian sparepartnya semua dari Phillips, hsnya di assebling di Kudus, Jawa Tengah. Sehingga persepsinya dipasar, teknologinya rendahan.
Karena itu sudah ditawarkan kesemua toko elektronik gak pada mau nyetok. Satu satunya jalan yang mereka tahu adalah ‘kasih diskon’ atau ‘potong harga’. Saking banyaknya potongannya sampai sampai harganya beda tipis atau sama dengan Tv buatan Jepang yang saat itu kualitasnya masih dipersepsikan lebih rendah dari kualitas TV Eropa yang dimotori oleh Phillips.
Kondisi ini saya manfaatkan sebagai positioning rebranding POLYTRON. “TV Eropa, harga Jepang”.
Yang kemudian dikenal Polytron melakukan disrupsi dpasar TV Eropa dengan harga murah, dan melakukan disrupsi dipasar TV Jepang dengan kualitas Eropa. Ini membuat TV Eropa dan TV Jepang mati langkah. Makan buah simalakama.
Subiakto, CBS

(Bersambung)



Comments