2. PERSONAL BRANDING: BUKAN PENCITRAAN, BUKAN SEKEDAR TERKENAL, TAPI DIKENAL KARENA APA?
- Levino Rionaldy
- Aug 4
- 1 min read

Kalau nama Anda disebut, orang langsung ingat apa?
Itulah awal dari Personal Branding.
Personal Branding bukan usaha supaya kita terkenal. Bukan pula sibuk posting setiap hari supaya wajah kita muncul terus di media sosial.
Personal Branding adalah proses membangun persepsi orang lain, sehingga orang lain mengenalnya karena empat hal:
1. Kompetensinya. Anda ahli dalam bidang apa?
2. Karakternya. Anda dikenal sebagai pribadi seperti apa?
3. Nilainya. Apa yang Anda perjuangkan, prinsip Anda dan tidak mudah di kompromikan?
Dan akhirnya,
4. Reputasinya. Apa bukti karya yang membuat orang percaya kepada Anda?
Karena itu, follower banyak bukan berarti punya Personal Brand yang kuat.
Sebaliknya, orang yang jarang tampil pun bisa punya Personal Brand kuat kalau namanya sudah menjadi rujukan untuk bidang kompetensinya .
Jadi pertanyaannya bukan:
“Seberapa terkenal saya?” Tetapi:
“Kalau nama saya disebut, seberapa orang percaya saya dalam urusan apa?”
Itulah Personal Branding.
Di sinilah Trust Score menjadi penting.
Trust Score mengukur seberapa kuat kepercayaan orang orang terhadap Anda: dari konsistensi nya, identitasnya, relevansinya, bukti ucapannya, pengalaman yang sudah dikerjakannya, sampai rekomendasi orang lain.
Karena pada akhirnya…
Bukan soal terkenal. Atapi soal seberapa ucapan Anda dipercaya.
Dinilai dari keselarasan Isi konten dengan kompetensi dan profesi Anda.
Anda bisa memeriksa nya di bisabikinbrand.ai. Layakkah saya dipercaya dan dipilih?
Subiakto CBS
praktisi Branding 50 tahun



Comments