5. RETAIL BRANDING — Toko Juga Punya Brand
- Levino Rionaldy
- Aug 7
- 1 min read

Kenapa kita bisa membedakan Indomaret, Alfamart, dan warung Madura, bahkan sebelum mencari apa yang kita beli?
Karena Retail Branding bukan cuma soal barang. Tapi pengalaman konsumen berbelanja.
Di Indomaret dan Alfamart, barangnya mungkin hampir sama. Tetapi masing-masing membangun identitas melalui warna, logo, seragam, penataan rak, materi promosi, sampai standar pelayanan.
Display-nya dirancang dan distandardisasi. Kita masuk cabang yang berbeda, tetapi tetap merasa berada di toko yang sama.
Sekarang bandingkan dengan warung Madura.
Barangnya juga kebutuhan sehari-hari. Tetapi display-nya lebih padat, fleksibel, dekat dengan pembeli, dan yang paling kuat: banyak yang buka sampai larut, bahkan 25 jam. Haha
Jadi bedanya bukan sekadar apa yang dijual.
Indomaret dan Alfamart membangun pengalaman berbelanja lewat sistem dan konsistensi jaringan.
Warung Madura membangun pengalaman lewat kedekatan, fleksibilitas, dan ketersediaan.
Itulah Retail Branding.
Barang boleh sama. Yang membuat orang kembali adalah ‘vibe’nya. Suasananya. pengalaman belanja di tokonya.
Dan jangan kaget, waktu saya ngebranding McD thn 1997. Saya mulai dari TOILET-nya. Kalau toiletnya bersih, wangi, nyaman membangun persepsi bahwa dapurnya, pelayanannya juga bersih, wangi dan nyaman. Jangan lupa, mayoritas konsumen dari luar menuju toilet dulu sebelum order makanan di menu.
Subiakto CBS
Praktisi Branding 50 tahun



Comments