top of page

6. SERVICE BRANDING — YANG DIJUAL BUKAN JASANYA, TAPI PENGALAMAN KONSUMENNYA.

  • Writer: Levino Rionaldy
    Levino Rionaldy
  • 5 days ago
  • 1 min read
6. SERVICE BRANDING
6. SERVICE BRANDING

Pernah masuk restoran, makanannya enak… tapi pelayannya jutek?



Besok mau balik lagi? Belum tentu.



Itulah Service Branding.



Kalau product branding membangun persepsi melalui produk yang bisa dilihat, disentuh, dan dicoba, service branding berbeda.



Jasa tidak bisa disentuh sebelum kita membelinya.



Karena itu, pelanggan menilai brand dari pengalaman yang mereka rasakan.



Saya pernah menangani McDonald’s Indonesia selama@8 tahun dari tahun 1997-2004



Orang mungkin berpikir McDonald’s menjual burger, ayam, dan kentang goreng.



Padahal kekuatan brand-nya bukan cuma makanan.



Ada QSCV: Quality, Service, Cleanliness, dan Value.



Bagaimana pelanggan disambut.


Seberapa cepat dilayani.


Seberapa bersih restorannya.


Sampai bagaimana pelanggan merasa mendapatkan value.



Semua itu menjadi bagian dari brand.


Membangun persepsi layanannya cepat ingat McD, layanan cepat ingat McD, crewnya ramah ingat McD dll.



Karena dalam Service Branding, karyawan bukan sekadar bekerja untuk produk tapi juga bagian dari brand McDonald’s.



Mereka adalah brand. Disampaikan oleh Tagline “Manalagi selain di McD”



Produk bisa ditiru.


Harga bisa disaingi.



Tapi pengalaman yang konsisten akan tinggal dalam memori pelanggan.



Service Branding bukan apa yang Anda janjikan.


Tapi apa yang pelanggan alami.



Subiakto CBS


Praktisi Brand 50 tahun


 
 
 

Comments


CONNECT

SUBIAKTO PRIOSOEDARSONO CBS

DBrand

Send me an email

Visit our website

Follow me on Twitter

Follow us on Twitter

Book me for an event

Apply for a position

Become a client

View my Book

© 2025 by subiakto.com

bottom of page