top of page


MEREK ADALAH IDENTITAS PRODUK. BRAND ADALAH IDENTITAS KONSUMEN
Merek adalah Identitas Produk. Brand adalah Identitas Konsumen GEN Z bertanya: Pak Bi, jujur ya… di kepala kami tuh merek sama brand itu sama aja. Logo, nama, kemasan. Bedanya di mana sih sebenarnya? PAK BI menjawab : Nah… justru itu masalahnya. Karena kalau dianggap sama, bisnisnya biasanya juga… jalan di tempat. GEN Z bertanya : Oke, kita lurusin. Apa definisi paling sederhananya menurut Pak Bi? PAK BI menjawab : Gini. Merek itu identitas produk. Brand itu identitas manusia
Feb 52 min read


BRAND VALUATION. MILIK SIAPA?
BRAND VALUATION. MILIK SIAPA? Banyak pengusaha bangga ketika brand nya mendunia, bernilai miliaran, bahkan triliunan. Tapi jarang yang bertanya… Nilai brand Triliunan itu milik siapa? Produk milik perusahaan. Pabrik milik perusahaan. Kantor milik perusahaan. Distribusi milik perusahaan. Kendaraan milik perusahaan. Tapi… Nama merek, logo, dan tagline itu lahir dari siapa? Dari brand strategist. Dari brand agency. Dari para pencipta makna. Berapa hak mereka? Karena konsumen tid
Feb 41 min read


PERSONAL BRANDING iTU ADA STRATEGINYA. GAK SEMBARANGAN
Personal Branding itu ada Strateginya. Gak Sembarangan Di bio Instagram ngakunya problem solver. Tapi, nyatanya malah problematik. Gimana sih? Semenjak ada media sosial, mungkin banyak orang yang salah kaprah tentang personal branding. Banyak yang mikir “Personal branding itu tinggal nulis di bio Instagram, posting di feeds, kelar”. Itu memang penting untuk personal branding, tapi ada yang nggak kalah penting. Menurut Mas Bezos: “Brand is what other people say about you when
Jan 311 min read


Recap Workshop BBB Januari 2026 di Bandung
Selamat datang di keluarga Workshop BBB Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Workshop Bisa Bikin Brand, sekaligus menjadi workshop pertama di tahun 2026, yang diselenggarakan pada Rabu, 22 Januari 2026 di Hotel Ibis Trans Studio Bandung. Sebagai workshop kedua dengan format baru, kelas kali ini kembali membuktikan bahwa kesiapan peserta adalah kunci. Dengan membaca Kitab BBB 1 & 2 sebelum hadir, diskusi terasa lebih hidup, pertanyaan lebih tajam,
Jan 261 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (13)
Yang Ketigabelas Demikian kata orang tua tua tentang believenya mereka. Awalnya saya gak percaya sampai saya mengalami sendiri. Awal tahun 80 an. Datanglah seorang pengusaha dari Maluku pedalaman bawa produknya menemui GM saya waktu itu mas Doni Prianto (alm). Mereknya Minyak Kayu Putih 99. Singkat kata karena hangatnya langsung berasa gak kayak minyak kayu putih lainnya, saya langsung setuju ketika team mengusulkan Tagline “Seng ada lawan”. Dan betul setelah kita campaign 3
Jan 191 min read


SERIAL PRODUK YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (1)
Yang Pertama Tahun 1972. Saya masih bekerja di PT Guru Indonesia. Suatu hari, di dapur rumah yang saya sulap jadi kantor, datang Pak Tjipto Sosrodjojo ke rumah saya. Kami bicara soal desain kemasan teh. Lalu saya nyeletuk iseng: “Kalau Amerika bangga dengan Cola, Indonesia harusnya bangga dengan Teh pak. Ready to drink … dalam botol.” Pak Tjip ragu, “Emang laku?. Siapa yang mau minum teh basi?” Saya ajak beliau ke depan SD Gaharu. Duduk di bangku penjual rokok. “Tanya anak-an
Jan 141 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (12)
Yang Keduabelas Dapat tamu dari Surabaya, pak Daroono dan pak Setiadi. Pemilik kopi hitam mwrwk GLATIK. Singkat kata saya diminta terbang ke Surabaya meninjau pabriknya yang lumayan besar. Uniknya terletak di are perumahan yang radius 2 kilometer sudah tercium aroma kopi dari pabrik roasting kopinya. “Ini roaster kopi JITU pak Biakto” kata PAK Darpono. Wah hebat saya pikir ramuan JITU alias andalan. Ternyata … “Siji kopi, pitu jagung” ini kesukaan petani petani kebun teh khus
Jan 132 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (11)
Yang Kesebelas Pangsa pasar Televisi Eropa sudah didominasi POLYTRON berkat brand/ value yang mendisrupsi yang disampaikan lewat tagline “TV Eropa harga Jepang”. Rupanya televisi buatan Jepang dan asembling lokal menyerang balik dengan merek Fujitec lah, apatec lah seolah Televisi Jepang versi murah. Akhirnya polytron mengeluarkan fighting brand buat melindungi pamgsa pasarnya. Dengan merek DIGITEC. Supaya diterima di pasar televisi Jepang saya kasih nicked name NINJA. Jadi D
Jan 121 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (10)
Yang Kesepuluh Lagi lagi saya dipanggil buat ngebranding Grand Compo Grand Master. “Sekarang Grand Compo Grand Master bisa karaoke pak. Buatkan iklannya pak” Jaman dulu ngomongnya ‘iklanin pak’. Biro iklan biasa rata rata langsung menonjolkan fitur dan manfaatnya. Sudah. Tidak dipikirkan lebih lanjut “jadi apa maknanya buat pembeli. Ingat beda manfaat dengan makna yang lama kelamaan menjadi ‘believe’ yang menjadi esensi dari branding. Biro iklan saya gak begitu cara kerjanya.
Jan 111 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (9)
Yang Kesembilan Sebelum lompat ke Digitec, ada cerita seru dari Grand Compo Polytron Bassoke. Mau dengar? Begini. Pada awal tahun 80an pak Chandra bilang “Pak Biakto. POLYTRON bakal ngeluarin Grand compo dengan merek GrandMaster. Ini bisa jadi pesaing Grand Compo Bazoka punya Sony”. Gila Polytron pede banget mau bersaing sama merek international SONY. “ Berani bersaing sama SONY emang apa keunggulannya pak?” Tanya saya. “Grand compo Polytron suara bassnya lebih Oke dari Bazok
Jan 101 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (8)
Yang Kedelapan BOOM!!! Tagline sebelumnya “TV eropa, Harga Jepang”membuat Polytron bergeser dari posisi ke 32 menjadi posisi single digit. Ini membuat pak Chandra memanggil saya lagi untuk diskusi. “Bahaya mengandalkan atau ‘menjanjikan’ harga murah ke konsumen, sementara harga spareparts naik. Akhirnya untuk mempertahan momentum yang sedang naik, berdasarkan filosofi ‘tempa besi selagi panas’ saya bikin tagline “The Winning Theme, wins again”. Lagi lagi saya pakai siapa yang
Jan 91 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (7)
Yang Ketujuh Lagi lagi pak Beny Ligna yang kelihatannya puas sama Tagline yang saya buat, memperkenalkan saya pada pak Chandra Adisusanto yang waktu itu menjabat sebagai promotion Manager POLYTRON di usia yang sangat muda (24 tahun) tapi sudah lulus cumlaude S1nya. Singkat kata saya diminta melakukan rebranding Polytron yang berada diurutan ke 32 dari 32 merek televisi di Indonesia, padahal sudah ditangani biro iklan asing. Setelah berpikir satu minggu saya menemukan jawabann
Jan 81 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (6)
Yang keenam Adalah pak Beny Marketing Manager Ligna Furniture menghubungi saya menyampaikan niatnya untuk bikin brosure. Saya bayangkan alangkah repotnya mengangkut bermacam macam furniture ke studio. Akhirnya diputuskan bikin set studio di pabrik. Set yang bisa digeser geser jadi bermacam macam kamar. Repot ngangkut props seperti kamar tamu, kamar anak, kamar utama saja. Jadilah pemotretan 3 hari dan saya beserta photographer harus nginep di pabriknya. Setelah jadi layout br
Jan 71 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (5)
Yang Kelima Setelah 3 tahun memimpin Luberizki Inhouse Agency, saya tertantang buat bikin Ad Agency independen yang lebih menantang dengan Klien beragam, gak cuma pemilik Inhouse Agency saja. 1979 tahun yang saya anggap tepat buat resign dan membangun Ad Agency bersama 2 kawan. Yang 1 jagoan Clents service satu lagi jagoan media. Jaman itu lagi hype singkatan nama Pemiliknya jadi nama Ad Agencynya. Jadilah nama Agency kami BB&E. Singkatan dari Baty, Biakto & Erry Suhartono. S
Jan 61 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (4)
Yang Keempat Masih di Nirwana photo. Dimana saya memimpin Inhouse Agency yang saya kasih nama LUBERZKI Advertising kependekan dari Luber Rizki Adv, saya dapat penugasan membranding kamera Vinon, yang waktu itu diimpor dari Hongkong buat libur Lebaran. Yang kalau laku akan diimpor setiap menyambut bulan Ramadhan Saat campign pertama fokus saya ‘Create Awareness’ mengingat merek kamera ini baru dan belum dikenal seperti Nikon atau Canon. Lagiyan kamera ini kamera murahan bukan
Jan 51 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (3)
Yang Ketiga Saya pikir Sakura film membutuhkan Tagline yang kuat buat memenangkan hati masyarakat Indonesia. Bukan sekedar klaim “Lebih Indah dari warna aslinya”. Harus lebih dari itu Setelah saya pikir seminggu saya ambil thema ‘Sakura Film pilihan masyarakat Indonesia.’ Pilihan Indonesia berarti harus diwakili oleh suku suku bangsa di Indonesia. Maka saya buatkan Tagline yang mewakili pilihan suku suku bangsa di Indonesia Masalahnya bahasa yang dipakai. bahasa Indonesia ka
Jan 31 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (2)
Yang Kedua Tak disangka, kerja kecil itu berbuah besar. Datanglah seseorang bernama Andi Widjajaya, promotion manager utusan bossnya. Saya dipanggil ke PT Nirwana Photo. Singkat kata saya bertemu Presiden Direkturnya pak Hartono di kantornya. “Pak Subiakto bisa bikinin saya In-house Agency kah? Saya gaji sebagai Creative Director dan pimpinan Inhouse Agency dibawah Promotion Manager”. duuuaar!!!. Lebih dari harapkan saya, saya kira cuma bikin iklan Sakura Film. Singkat kata s
Jan 21 min read


SERIAL TAGLINE YANG SAYA CIPTAKAN SEPANJANG KARIER SAYA (1)
Yang Pertama Sepulang dikirim oleh menteri perindustrian saat itu belajar ikut program industrial design Colombo Plan di Jepang tahun 1974, dan gara-gara ikut kelas advertising LPWI ISWI, 2 tahun kemudian pak Bi mantab resign dari perusahaan yang sejak lulus SMA ditahun 1968 menjadi tempat belajar tentang graphic design dan percetakan diberbagai nirmala datar. Saya pulang dengan penuh harapan. “Dunia periklanan yang gemerlap”. Menjanjikan masa depan. Saya melamar ke mana-mana
Jan 1, 20261 min read


2026, THE END OF KOL, THE RISE OF KOC
2026, The End of KOL, The Rise of KOC “Perubahan besar sedang terjadi. Thn 2026, banyak Produk akan berhenti pakai KOL, mrk mulai ngejar KOC.” “Kenapa? Karena genZ makin kebal konten ‘opini’, dan makin percaya sama ‘pengalaman’ yang terbukti. “KOL itu Key Opinion Leader, terkenal karena opini dan Folowernya. KOC itu Key Opinion Consumer, dia dipercaya karena dia benar-benar pakai produk dan mengalaminya.” “Di 2026, Audience makin curiga: ‘Jangan-jangan ini dibayar ya?’ Konten
Dec 12, 20252 min read


ROUND TABLE BRANDING, SESI YANG DITUNGGU-TUNGGU
Round Table Branding, Sesi yang ditunggu-Tunggu Kami hadirkan Round Table Branding. Pembicaraan apa saja bersama pak Bi. Anda boleh tanya apa saja, diskusi apa saja penerapan teori bisa bikin Brand. Terbatas 10 orang peserta saja. Silahkan daftar di lynk.id/pakbi . Tempat terbatas 10 orang. Siapa cepat dia dapat. Dari batch pertama workshop Bisa Bikin Brand sampai Batch terakhir ini adalah sesi yang paling ditunggu. MAKAN SIANG. Bukan makanannya. Tapi ngobrolnya. Karena di se
Dec 8, 20251 min read


BRANDING TIDAK MENGENAL KOL
Branding tidak mengenal KOL KOL = Key Opinion Leader Istilah ini berasal dari PR & Influencer Marketing, bukan ilmu Branding. Branding hanya mengenal dua kekuatan organik: • Evangelist : fans yang mencintai value & konten kita • Brand Advocate : pengguna yang mencintai produk & pengalaman kita. Membangun TRUST - kepercayaan akan suatu produk KOL berbayar bukan membentuk makna. KOL berbayar tidak membangun trust. KOL hanyalah alat distribusi informasi yang bersifat s
Dec 5, 20251 min read


KESIMPULAN
Kesimpulan KOL = traffic instan. Evangelist = awareness organik. Advocate = trust jangka panjang. KOC = pelanggan biasa yang: • aktif review • punya kredibilitas karena mereka memang membeli & memakai • dianggap lebih jujur daripada KOL • punya pengaruh di komunitas kecil / niche Apakah KOC penting untuk Branding? Penting. Tapi bukan pembentuk makna. Mereka membuktikan makna yang sudah brand ciptakan. Brand menciptakan meaning Product menciptakan experienc
Dec 4, 20251 min read


PERAN KOL DALAM BRANDING
Peran KOL dalam Branding Branding = menciptakan makna, mengubah perilaku konsumen, membangun reputasi Dalam langkah branding, • Evangelist = distributor makna • Advocate = bukti sosial & repetisi • KOL = pengeras suara berbayar bikin awareness sesaat KOL hanya memperluas jangkauan, awareness konsumen, tidak membangun ritual, tidak menciptakan kategori, tidak menambah value. Makna brand tidak pernah lahir dari pihak yang dibayar. Makna lahir dari konsumen yang t
Dec 3, 20251 min read


PERBEDAAN FUNDAMENTAL EVANGELIST VS ADVOCATE VS KOL
Perbedaan Fundamental Evangelist VS Advocate VS KOL Evangelist • Suka dengan konten & value brand kita • Tidak dibayar. Kehendak sendiri • Tidak wajib pengguna produk kita • Loyal pada makna produk walaupun belum menggunakannya Brand Advocate • Pengguna nyata yang sudah menggunakan Brand/produk • Kepuasan menggunakan produk mendorong rekomendasi • Tidak dibayar • Loyal pada produk/ Brand • Layak membela/ testimoni produk/Brand kita
Dec 2, 20251 min read
bottom of page